The Deadly Games

The Deadly Games

  • WpView
    Reads 657
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 9, 2016
Mereka hanya bisa terpaku, melihat kendaraan-kendaraan yang sudah tidak berbentuk lagi. Saling bertabrakan satu sama lain. Entah sudah berapa kali mereka menyaksikan kejadian serupa dengan ini, menjadi saksi utama sekaligus orang pertama yang melihat kejadian semacam ini. Semuanya berawal dari sebuah surat yang ditujukan untuk mereka... Surat undangan untuk memenuhi tantangan yang baru saja dibuat. Sebuah permainan yang baru diselesaikan, bernama "The Deadly Games"... Yang mereka tahu, ini bukan permainan biasa... Amazing cover by Nau2014
All Rights Reserved
#124
battle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • SEARCHING FOR TRUE FRIENDSHIP
  • Tada Shinu Game : 3 Days [END]
  • Karina Buku 1: Awal Perjalanan Para Yang Terpilih [On Going]
  • Go To Aussie [END] ✔
  • What's A Game?
  • ROSEYANA [✓]
  • FRIENDzone (Completed)
  • The Housekeeper
  • Bisikan Hawa

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines