Last Revenant

Last Revenant

  • WpView
    Reads 4,684
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 31, 2024
Dann Razor, kehilangan kedua orang tuanya ketika berumur 7 tahun, karna amukan Gungnir sang raja naga di kota kelahirannya Backwoods. Dia satu-satunya penduduk yang selamat dari kota itu. Setelah Tragedi tersebut ia di temukan oleh ketua pasukan elite Silverberg bernama Rex Talisman dan dibesarkan olehnya seperti anaknya sendiri serta mengajarkan dia ilmu pedang. Dann menghabiskan waktunya dengan mencari naga yang telah menghancurkan kota kelahirannya itu. Akan kah ia menemukannya? #Indonesiamembaca
All Rights Reserved
#76
dragon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess of Perseus
  • PEDANG NAGA - PENYELAMATAN ALCON TERAKHIR [TAMAT]
  • Elegy
  • Eleanor Rosealit ( END )
  • The Blood of Rosenveil
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Ranuh: The Island of Beasts [COMPLETE]
  • menjadi pemimpin wilayah terlarang
  • Who the Real Villain?

Aula Aetherium bergema oleh napas lega, panji-panji tua menggantung seperti saksi bisu di atas sosok berlutut yang namanya telah berlari mendahului kebenaran, dan aku berdiri di antara mereka, menyaksikan para pemegang kuasa dan mereka yang percaya mengukuhkan keyakinan menjadi perayaan, seolah ketakutan dapat diakhiri dengan memenggal seorang manusia. Ketika algojo mengangkat pedangnya dan sebuah suara berbisik, "Dialah yang akan mengakhiri dunia ini," kata-kata itu jatuh ke dadaku bukan sebagai keadilan, melainkan sebagai restu untuk berhenti bertanya. Aku telah membaca lembar demi lembar masa lalu, menautkan jejak yang terserak, mengikuti kisah itu hingga semuanya menunjuk ke titik ini, namun pada saat sorak membumbung dan bilah pedang tertahan di udara, yang kurasakan hanyalah sunyi yang ganjil, kehampaan yang dingin, seakan kebenaran telah melintas pergi sementara kami sibuk menyepakati wujudnya. Lelaki itu tak menyerupai akhir, ia lebih tampak seperti jawaban yang disusun dengan rapi agar tak ada lagi pertanyaan yang perlu diselamatkan, dan ketika kerumunan menuntut darah, aku terlambat menyadari bahwa Aetheria masih runtuh di bawah keyakinan kami sendiri. Sebab apa pun yang benar-benar mematahkan dunia ini tak pernah berlutut di hadapan kami. Ia berdiri tanpa nama di antara sorak-sorai, tenang, tak terlihat, dan menang. Dan baru kelak kami mengerti, hari itu bukanlah awal keselamatan, melainkan saat ketika sesuatu yang jauh lebih sunyi akhirnya dibiarkan bebas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines