Confession

Confession

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 7, 2016
Dia akan mengingat ini. Satu hari penuh dengan kesedihan yang tak terbendung. Satu hari dimana dia merasa bahagia di awal, dan bersedih untuk seterusnya. Apa salahnya sampai semua ini terjadi padanya? Apakah dia telah berbuat dosa besar sampai Tuhan menghukum dia begitu beratnya? Jujur dia inginkan kalimat itu. Dia menginginkan laki-laki yang dicintainya mengatakan kalimat itu padanya. Tapi kenapa? Kenapa saat momen itu datang, saat kalimat indah itu terucap, yang dia rasakan adalah sakit? Sesak di dada dan perih di mata? Kenapa laki-laki yang dicintainya harus berbuat ini padanya? Melambungkannya ke langit tertinggi dan menjatuhkannya ke jurang paling dalam di muka bumi. Sampai untuk berdiri-pun rasanya dia tak sanggup. Dia tak tahu apa yang harus dia perbuat sekarang. Semua sudah terlanjur terjadi. Perasaannya bukan tulisan yang bisa dihapus. Sekuat apapun dia mencoba, perasaannya tak bisa hilang. Laki-laki yang dicintainya begitu dekat, tapi dia sulit untuk meraihnya.
All Rights Reserved
#119
confession
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cempaka Terakhir ✔
  • LONELY SILENCE // JOSHUA HONG
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Pendar [selesai]
  • C A R A T - J . Wonwoo
  • BE(LIE)VE YOU ✓
  • Replaced With Happiness
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Would You Forgive Me? || MEANIE || MINWON || MW || ✓|| 💚💜

Aku sudah berusaha untuk menutup seluruh hatiku. Aku tidak ingin ada yang mengisi ruang kosong di sini. Karena aku lelah, aku takut. Sudah cukup hal yang pernah menimpaku menjadikanku pribadi yang hancur. Aku tahu bagaimana rasanya disakiti. Aku tahu bagaimana rasanya dikhianati. Aku tahu bagaimana rasanya ketika kehilangan. Aku berhasil menjaga hatiku tetap kosong sampai hari itu tiba. Hari di mana aku bertemu dengannya. Orang yang terus mengusik pikiranku. Orang yang perlahan-lahan mengisi kekosongan di hatiku. Pemilik mata itu. Pemilik senyuman itu. Ah bisa gila aku hanya karenanya. Aku tahu perasaan apa ini. Meski aku terlambat untuk sadar. Aku menyesal untuk keterlambatan ini. Karena ia tang melihatku sepenuhnya, mungkin melirik saja ia tidak. Ia mengagumi orang lain. Aku sadar aku salah. Tuhan, bantu aku. Aku tak ingin hal yang sama terulang kembali. Aku hanya ingin meraih cinta sejatiku. Aku harap rasa ini hanya untuk sementara. AKU HARAP. Aku masih terlalu takut, Tuhan. *Update tiap hari

More details
WpActionLinkContent Guidelines