Atas Nama Jarak

Atas Nama Jarak

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 30, 2015
Hari ini hujan deras,ada bau khas yang aku cium dari luar sana,bau tanah yang sudah lama tidak tersentuh air. Dan hujan kali ini ada rindu kepada seseorang,seseorang yang berada jauh dari pandangan ku dan jauh dari kotaku,iya,kita yang sedang saling berjauhan karena jarak. Jika di tempatmu hujan sederas ini apa yang sedang kamu lakukan? menghitung setiap tetesan airnya yang turun ke bumi? atau sedang melamun sembari menunggunya reda? atau mungkin dengan bermanja-manja di balik selimut? Aku bosan dengan jarak mas,aku rindu kamu. Aku rindu menatapmu dengan dekat,aku rindu berbicara tanpa jarak,aku juga rindu saat jemarimu mencoba masuk ke sela-sela jemariku. Tapi apa yang bisa aku lakukan?apa aku harus mengemis dan meraung pada tuhan agar takdir ini tidak untuk aku tidak untuk kita,aku terlalu sadar ini adalah takdir tak ada yang bisa dilakukan kecuali hadapi. Aku yakin suatu saat nanti aku bisa berbicara dekat denganmu semau ku,menggenggam seerat mungkin dan bertatapan dengan sangat dekat,tanpa jarak. Dan suatu saat nanti jarak akan menjadi alasan kamu ingin segera pulang untukku,memelukku dengan erat,dan kita akan satu atap dan kita hanya perlu bersabar saat ini. Cepat pulang mas aku lelah rindu ini semakin hebat. Atas nama jarak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • TAKDIR ALYA
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Mafia Kejam Dan Gadis Yang Dijualnya [END]
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines