puisilog

puisilog

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 8, 2016
WpInfo
Poetry
sendiri berdiri, bila duduk sendiri, hanya ditemani siulan angin yang terhasil dari geseran pelanggaran dedaunan. aku masih berdiri, meratap sepi dosa semalam tak terluah dgn ucapan tapi tanpa sedar menangis dalam sujud padaMu Tuhan. aku kesat air mata kasar, aku bangkit dari lena panjang dgn setiap perbuatan lagha, aku terkenang. sungguh-- sungguh hina bila diri sendiri tak bisa menghalang atau melarang semua perbuatan. jijik, kotor, busuk semua tersenarai. tapi sudah terlambat! semalam adalah semalam tidak akan pernah datang walau aku menyerang. bagiku semua perbuatan semalam, mengajar apa makna kehidupan bila seorang. *bilik kosong berwarna hijau *311215/15:05 @ANEKAPUISI
All Rights Reserved
#22
puisipendek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENIGMA
  • Langkah Tanpa Lari: Aera Inara [C]
  • aksara
  • Fragment Rindu
  • Kisahnya Begitu Jalannya Begini
  • Sekadar Kata Hati
  • Berjuang walau penat
  • FOURTH HAREM
  • Cinta yang Ku Dambakan Bahagia( Slow Update)
ENIGMA

Puisi adalah teka-teki. Kau susun kata-kata mencipta jalan keluar, tapi terjebak dalam kenangan. Kau tersesat di kerinduan buntu selama bertahun-tahun. Selama itu kau berdoa ditemukan seseorang. #11 In Poetry (01.07.2018) #8 in Poetry (03.07.2018)

More details
WpActionLinkContent Guidelines