Story cover for ONE THING(END) by bibibugu
ONE THING(END)
  • WpView
    Leituras 1,998
  • WpVote
    Votos 124
  • WpPart
    Capítulos 25
  • WpHistory
    Tempo 1h 44m
  • WpView
    Leituras 1,998
  • WpVote
    Votos 124
  • WpPart
    Capítulos 25
  • WpHistory
    Tempo 1h 44m
Concluída, Primeira publicação em dez 31, 2015
"Jika cinta itu aku, buktikanlah. Jangan biarkan aku terjatuh sendiri." - Karlina 

Seorang wanita berumur 22 tahun, sama seperti perempuan-perempuan lainnya, memiliki hati, perasaan dan juga cinta. Hanya bisa menangis apabila bersedih dan tertawa apabila bahagia.

Itulah aku, memiliki Cafe sederhana dan hanya terpaku oleh satu orang lelaki. Aku terjatuh. Rasanya tidak ingin jauh-jauh dengan dirinya.

Saat bersamanya, jantungku berdegup kencang dan hatiku merasa ingin keluar. Rasanya seperti semriwing sejuk jika berada disamping nya.

Ini ceritaku 

Satu kata untuk mengartikan cinta,

Indah
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar ONE THING(END) à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#13aldi
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Nyanyian Sunyi Sang Sundayana cover
Secret of September cover
Menemukan Yang Hilang cover
IVAN QIDRAN cover
Gemintang cover
BAYANG DALAM MATA  cover
Never Flat 2 cover
Jun & Hana cover
Who's Bad? [COMPLETED] (#Wattys2017) cover

Nyanyian Sunyi Sang Sundayana

5 capítulos Em andamento

Di tanah Kawali yang berembun, lahirlah seorang putri yang ditakdirkan bukan untuk dirinya sendiri. Dyah Pitaloka Citraresmi, sekar Sunda dari istana Galuh, tumbuh di bawah kasih ibunda dan kebijaksanaan ayahandanya, Prabu Linggabuana. Ketika surat pinangan dari Majapahit datang, dunia berubah. Di balik nama besar Hayam Wuruk dan bayangan Gajah Mada, cinta berubah menjadi medan kehormatan. Dari Sungai Cikawali yang bening hingga tanah Bubat yang merah, langkah Pitaloka menjadi jembatan antara cinta dan martabat. Ia bukan sekadar putri-ia adalah nyanyian yang lahir dari air mata, doa, dan darah bangsanya. Nyanyian Sunyi Sang Sundayana adalah kisah tentang cinta yang patah sebelum sempat berbunga, tentang kehormatan yang dijaga sampai napas terakhir, dan tentang nyanyian abadi dari tanah Sunda yang tak pernah berhenti meratap sejak hari darah itu di Bubat.