366 Days In 2014

366 Days In 2014

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 3, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Aku mengerti jika aku hanya seorang wanita yang tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan apa yang sedang kurasakan saat itu, jika aku seorang pria mungkin kita kali ini sudah bersama. Ya tepat setahun yang lalu, kita sempat pergi berdua entah itu karena aku yang modus atau memang hari itu kita ditakdirkan untuk pergi berdua untuk yang pertama dan terakhir kalinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maybe It's You(?)
  • kau bukan rumah
  • Its Me
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • My Wedding Blues (END)
  • ANOTHER LOVE (JENLISA)
  • flashback~
  • Rapuh
  • Engkaulah Takdirku
  • Cinta Kami Tumbuh Setelah Perceraian

Sudah hampir dua tahun lamanya ini aku menyimpan semuanya tentangmu. Semua tentang perasaan ini dan semua hal yang aku rasakan selama ini kepadamu. Bahkan aku masih menyimpannya dengan sangat rapi. Walau sebenarnya sudah dari dulu aku ingin sekali mengungkapkan semua perasaan ini dan mengakhiri semuanya, namun sampai detik ini rasanya lidahku masih sangat kaku untuk mengungapkan semuanya. Dan hari ini, mungkin mulai hari ini seterusnya aku tak akan bisa lagi memandangmu dari kejauhan dan mengagumimu lagi dari kejauhan sejauh mata ini memandangmu. Jujur saja, aku tak ingin semua itu terjadi begitu saja. Dan aku juga tak ingin kisah ini berakhir hanya sampai saat ini saja setelah aku mempunyai rasa nyaman kepadamu. Yang aku inginkan, kisah ini terus berlanjut sampai kita mengetahui diri kita satu sama lain. Namun aku kembali sadar, kalau kamu tak akan bisa menjadi seperti apa yang selalu aku harapkan dan aku inginkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines