Silent Words

Silent Words

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
"memanglah diam tenang bibir terkunci, namun batin berisik meronta menjerit pedih siapakah yang tahu, siapakah yang dengar oh, hanya diriku seorang turut merasa" [RE-PUBLISH] Setelah sekian tahun :') enjoy~
All Rights Reserved
#290
mind
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu
  • ABSURD QUOTES I
  • Barisan Penyesalan
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Sasmita Nivriti
  • Andai bisa
  • ELEGI SAKLAR
  • Coretan Rindu
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines