Story cover for RED CITY : ISOLATION by MilenaReds
RED CITY : ISOLATION
  • WpView
    Reads 1,530,264
  • WpVote
    Votes 200,845
  • WpPart
    Parts 54
  • WpView
    Reads 1,530,264
  • WpVote
    Votes 200,845
  • WpPart
    Parts 54
Complete, First published Jan 01, 2016
Rasa-rasanya, diriku sudah mengalami hal-hal buruk yang umum menimpa manusia yang masih hidup di bumi.

Kehilangan orang tua di usia muda? Sudah kualami.

Hidup sendiri dan bermusuhan dengan kakak kandung sendiri? Sedang kualami.

Aku tahu keadaan buruk masih bisa lebih buruk lagi.

Tapi mana menyangka, hal buruk yang terjadi selanjutnya adalah manusia di serang sebuah wabah mematikan yang merubah seseorang menjadi kanibal.

Wabah Zombie.

Tak di sangka saat kekacauan ini juga, kakakku dengan penuh penyesalan berniat kembali.

Berpacu dengan kecepatan penyebaran infeksi virus, kakakku mengirimkan tim bantuan militer untuk menarikku dan teman-temanku keluar utuh dari kekacauan ini.

Namaku Lucy, aku adalah salah satu penyintas hidup di Jakarta, yang sekarang ditandai sebagai Red City, atau Kota Zombie.

Hanya satu tujuanku, secepatnya keluar dari kota terkutuk ini dan bertemu kembali dengan kakakku.

.


.



If you're going through hell, keep going.


Berulang peringkat 1 #Fiksi Ilmiah
                                 #Laga
                                 #Petualangan
                                 #Horor
                                 #Zombie
All Rights Reserved
Sign up to add RED CITY : ISOLATION to your library and receive updates
or
#147mutant
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Jejak: 31 Hari (Tamat) cover
Z-virus (LENGKAP) cover
TRAPPED ZOMBIE'S (COMPLETED) cover
FROM SCHOOL TO CITY (END) cover
Foreign Virus (LENGKAP)  cover
Attack Of Z cover
SHE IS MY TWINS cover
ɪ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up > cover
No Time To Die cover

Jejak: 31 Hari (Tamat)

68 parts Complete

Saat pandemi mayat hidup melanda Indonesia, sekelompok orang di Pemerintah berusaha mengumpulkan informasi melalui jejak para penyintas yang pernah (atau masih) bertahan hidup. Sembari melakukan tindakan evakuasi, akhirnya mereka dipertemukan dengan biang keladi bencana ini. Tak disangka, ternyata para pelaku sabotase memiliki kekuatan yang tak dapat diremehkan. Lantas, dapatkah Pemerintah menyelamatkan jiwa masyarakat yang tersisa? "Naluri buas keluar, empati menguap. Lari dan sembunyi tak lebih dari sekedar memperlambat kematian, karena mayat hidup bukanlah satu-satunya ancaman." ••• 🖋Cerita ini memiliki alur maju mundur dan sudut pandang dari banyak tokoh. 🖋Cerita ini mengandung unsur dewasa, kekerasan, dan konflik yang tidak dianjurkan untuk dibaca sendirian oleh pembaca di bawah 13 tahun. 🖋Update sesempatnya. 😏Selamat membaca😏