Rumah Kematian

Rumah Kematian

  • WpView
    Odsłon 151,807
  • WpVote
    Głosy 4,171
  • WpPart
    Części 72
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja śr., gru 21, 2016
Cerita yang Dikisahkan Cerita Rumah yang sangat terkenal angker.. PEMBERITAHUAN: -CERITA YANG CUKUP MENGERIKAN -BACA CERITA INI SAAT SENDIRI DI SAAT MALAM HARI #Reading GO!! *Selamat membaca*
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#25
tiada
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Saat Rumah Tak Lagi Pulang [Selesai]
  • Anak Sulung Kesayangan [End]
  • HANTU JULID
  • Creepypasta
  • ILMU HITAM (COMPLETED)
  • Bad Antagonis. ✔
  • [Kutukan] Arwah Penghuni Rumah Angker (EXTENDED)
  • SEWU DINO (1000 HARI)
  • Jangan Pergi [TERBIT]

Cerita sudah selesai, masih lengkap. ❝Seperti harapan yang tak pernah usai, rindu selalu punya cara untuk membuat air mata terjatuh.❞ Bagi Rere, rumah bukan lagi tempat untuk pulang. Sejak kepergian Papahnya yang lebih memilih wanita lain ketimbang keluarganya, dan juga Tama, sahabat yang pernah menjadi dunianya-hidup terasa hampa dan sunyi. Hingga suatu hari, di tepi pantai yang selalu menenangkan hatinya, dia bertemu dengan Arkanta Sanjaya-pria asing yang perlahan membawa warna ke dalam dunianya yang gelap. Arkan hadir seperti angin laut, membawa ketenangan sekaligus kebingungan. Ada sesuatu yang terasa akrab dalam diri Rere, seolah ia pernah mengenalnya jauh sebelum pertemuan itu, dan semakin dalam Arkan mengenal Rere, semakin kuat perasaan asing yang menggelitik pikirannya. Lalu, ingatan itu datang. Sebuah mimpi yang pernah menghantuinya bertahun-tahun lalu-tentang seorang gadis tunanetra yang duduk di halte bus, menangis dalam keheningan. Apakah semesta telah menuliskan kisah mereka jauh sebelum mereka bertemu? Ataukah ini hanya permainan takdir yang tak bisa mereka hindari? Saat rumah tak lagi menjadi tempat untuk pulang, akankah hati mereka menemukan jalannya sendiri?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści