Roommate

Roommate

  • WpView
    Reads 896
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 19, 2016
WpInfo
Fanfic
EXO
"Kalo lo ngga niat buat tinggal, jangan lakuin. Karena nanti disaat gue udah terbiasa bersandar sama lo... Dan akhirnya lo milih pergi... Gue yang susah", Hyorin kembali meneguk bir terakhirnya. Sekilas senyuman menghiasi wajah polos tanpa makeup-nya. Ia belum mabuk, ia masih bisa memperhatikan tiap detail wajah Chanyeol. Chanyeol tidak bergeming. Ia tetap diam dan membuka kaleng bir yang digengggamnya sejak tadi. Sejenak ia menatap sosok Hyorin yang duduk di hadapannya sambil memeluk lututnya. Rasa pahit, manis dan hangat menyeruak didalam perutnya. Ia berharap menemukan jawaban yang tepat untuk Hyorin. 'Gue sayang lo Hyo' ...Namun kalimat itu tidak pernah bisa keluar dengan bebas dari mulutnya. Ia masih belum berdamai dengan egonya. Logikanya menentang keras isi hatinya. Dan ia benci saat menyadari Hyorin semakin membenamkan dirinya kedalam sisi gelapnya. Gadis itu semakin mengokohkan dinding pembatas untuk melindungi hatinya, sisi lembut dirinya yang tersimpan rapat.
All Rights Reserved
#3
hyorin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Without Love?
  • Let Me Know Love
  • nothing // o.s.h
  • HEIR [MINWON VERS] || TAMAT ✅
  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • Eccedentesiast | SoonHoon
  • Pernikahan yang Dijodohkan
  • The Devil's Love

"Apa maksud semua ini?" tanya Yibo dengan suara yang terdengar parau seolah menahan emosi. "Aku menyiapkan semua ini agar kita bisa menghabiskan waktu bersama," jawab Zhan sambil tersenyum hangat pada Yibo. Mendengar hal tersebut, wajah Yibo memerah karena menahan amarah dan rahangnya mengeras membuat Zhan menatapnya heran. "Tidak tahu malu." "A-apa? Maksudmu...." Yibo berdiri sambil menatap nyalang pada Zhan membuat pemuda itu menatapnya kebingungan. "Jangan berharap apapun dariku, Zhan." Zhan mengernyitkan dahinya heran setelah mendengar ucapan pria itu. "Jangan salah mengartikan perlakuanku padamu," ujar Yibo masih tetap menatap kedua mata Zhan yang mulai berlinang air mata. "Ini hanya perjodohan yang tidak berlandaskan cinta," imbuh Yibo begitu santainya melontarkan ucapan tersebut seolah Zhan tidak memiliki perasaan. Air mata sudah mengalir di pipinya setelah mendengar ucapan Yibo yang menyayat hatinya. "Ini hanya perjodohan, tidak boleh ada perasaan cinta di antaranya," lagi-lagi Yibo mengucapkan kalimat yang kian membuat Zhan semakin terluka. ••••• Bagaimana kehidupan Xiao Zhan setelah perjodohan itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines