Begin A Figther

Begin A Figther

  • WpView
    Reads 3,131
  • WpVote
    Votes 319
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing1h 53m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2019
"Gak akan mau jadi anak beladiri yang kelakuannya kaya laki-laki"Bella berusaha meyakinkan Ibunya untuk tidak mendesaknya lagi. Bella adalah gadis feminim, tentunya ia enggan menerima tawaran yang akan menghilangkan nilai feminimnya. Dengan berat hati ia menerima tawaran aneh itu karena takut Ibunya akan memberikan kutukan yang menyeramkan. Sampai kapan kebencian itu berakhir? Bagaimana caranya?mungkinkah ia akan menyukai kehidupan barunya? B
All Rights Reserved
#61
goodlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Yang Terbalas [SU]
  • Dilema bakwan
  • Give Life A Chance!
  • ENAMORADA DE MI VECINA || FREENBECKY
  • AWESOME (Luhan Fanfiction)
  • Everything For Rebecca
  • We Weren't Meant To Be [Completed]
  • Marrying The Wrong Twin!
  • Phi-Nong My Ass | FreenBecky
  • Obsession Love

Inara Ayesha. Yang dahulunya hanya mangsa dipijak tanpa belas. Luka itu membekas, membentuk parut yang tak pernah sembuh. Dua tahun berlalu, hidupnya masih dihantui bayangan silam. Sehinggalah satu pertemuan mengubah segalanya. "Kau masih ada pilihan. Terus hidup dalam bayangan dendam... atau ikut aku untuk cari tahu siapa sebenarnya dalang semua ini." Liena Damian. Seorang wanita yang identitinya tersembunyi, hadir di dalam hidup Inara Ayesha. Dari situ, benang kusut mulai terlerai. "If you're going to make me a piece in your game, don't be suprised if I decide to play." Ayla Alyssa "Aku nak lihat sendiri... orang terakhir yang musnahkan hidup aku menerima balasannya." Saat keadilan akhirnya berpihak padanya, melihat musuhnya menerima balasan, dia menyedari satu hal. Dendamnya hanyalah pintu masuk kepada sesuatu yang lebih besar. Kini, giliran dia berdiri tegak... menyaksikan dunia akhirnya memberi balasan yang setimpal. "Kerana balasan bukan noktah, tetapi permulaan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines