Already Home

Already Home

  • WpView
    Reads 1,898
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 21, 2017
Prolog Hai. nama gue Hailsey. Gue tinggal di Canada bareng Mama gue, karena Papa terlalu sibuk jadi dia ga bisa sering-sering di rumah. Umur gue 18 tahun baru beberapa hari kemaren, dan baru juga masuk tahun terakhir di SMA. Hidup gue gini gini aja sih; bangun pagi, sekolah, pulang, makan, nonton tv, tidur, dan main video games. Eh, ngomong-ngomong tentang video games, gue jadi inget sama sahabat gue yang gue kenal dari awal gue masih ingusan sampe sekarang yang entah gue masih ingusan atau bahkan lebih dari itu. Namanya Justin. Dia orangnya baik banget deh pokoknya, tapi jailnya itu ga bisa lo hindarin sekali kenal deket sama dia. Kata temen-temen sekelasnya sih dia orangnya cool gitu, ga banyak gaya. Alah, paling dia cuma mau cari muka aja sama cewe-cewe di kelasnya, mereka ngga tau sih kalo di rumah. Bakalan kapok dideketin dia. Secara gue uda temenan sama dia selama kurang lebih 17 taun, sedari gue lahir gue uda lari-larian, mainan video games sama dia NGAHAHAHA ngga deng, yakali.
All Rights Reserved
#43
bieber
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melody's in TOKYO
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • GAMERS
  • Little secret? ( j.b )
  • New Possessive Family
  • Bertumpu
  • Does He Love Me?
  • Promise
  • Hot Daddy [J.B x H.F.T]✔️

"I think i love you Princessa Selena Rosalinda!" Jari-jemari tangannya ditekan pada pipiku, dan bergerak perlahan menyentuh sudut bibirku. Astaga aku bisa merasakan debaran jantungku yang sangat kencang. Aku hanya berharap tidak terkena serangan jantung dadakan sekarang. Mataku terpejam bersamaan saat aku merasakan kehangatan pada bibirku. Bibirnya terus bergerak melumat dengan lidah yang mendadak melesak masuk ke dalam mulutku, menjelajahi setiap rongga mulutku Bahkan dia tak memberiku kesempatan untuk menarik napas sedetik pun. Entah sejak kapan Justin melepaskan payung yang di pegangnya. Aku bisa merasakan tubuhku yang basah kuyup terkena guyuran air hujan. Tapi aku tidak merasa kedinginan sama sekali, karna ciuman panas dari Justin sudah menetralisir rasa dingin pada tubuhku. Bahkan sekarang aku merasa kegerahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines