Catatan Harian Si Bulan

Catatan Harian Si Bulan

  • WpView
    Reads 460
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 26, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Dia tidak terlahir seperti yang diinginkan, rupanya buruk pula. Dia tak pernah merasa dimanja seperti kakak-kakaknya yang lain... Apa salahnya? Bukankah mereka sama saja, terlahir sebagai perempuan. Lantas mengapa hanya dia yang harus berperan sebagai laki-laki??? Tak apa, tak ada air mata bagi Si Bulan, dia akan ikhlas menjalaninya. Demi Emak dan Bapak, pikirnya. Si Bulan bukan bunga yang ranum saat remaja, dia hanya gadis yang sedikit berubah dari Afrika menuju Asia tenggara. Wajahnya tak manis, tapi dia tersenyum dari hati. Si Bulan kadang jadi juara, tapi itu belum cukup bagi Emaknua. Hanya Bapak, ya hanya Bapak yang kadang menunjukan senyum bangganya saat penerimaan Raport. Si Bulan tak putus asa, bila tak bisa membuat Emak bangga, cukup jangan membuatnya malu batinnya. Kini apa yang Si Bulan jalani hanya untuk menebus rasa malu itu. Rasa malu yang teramat sangat di torehkan Purnama dan kakak2nya yang lain. Si Bulan, hanya Si Bulan yang selalu melihat air mata emak, Hanya Si Bulan yang mampu menerka sakit di Batin Bapak. Tatapan keduanya menghakimi Si Bulan bukan kakak2 nya, "ini tanggung jawabmu nak, jangan buat malu kami lagi. Tegakkan kepala kami lagi" begitulah Si Bulan menilai tatapan itu. Bagi Si Bulan membuat Emaknya menangis sama dengan menghunuskan pisau keulu hatinya. Mentakiti hati Bapaknya sama dengan menyatakan perang padamya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mentari Tanpa Sinar
  • BULAN (END)
  • ARUMILA
  • Mas Duda
  • Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • " BYE "
  • My Beloved Enemy
  • SELENOPHILE
  • GARIS TAKDIR

Aku hanya seorang mentari yang kehilangan sinarnya, aku hanya ingin diperhatikan dan diperdulikan sekali saja, tapi mengapa takdir seolah memusuhiku? -Mentari Carramel Kalian selalu berkata "Bentar ya, Mama mau bacain dongeng buat Bulan," "Bentar ya, Papa mau nemenin Bulan tidur," "Bentar ya dek, Abang mau beliin Bulan ice cream," "Bentar ya, Mama takut penyakit Bulan kambuh, Mama mau jagain Bulan dulu, kamu main sendiri dulu ya," AKU KAPANNN!!!!!! SELALU SAJA BULAN BULAN DAN BULAN!!!!! Tapi mengapa setelah aku terbiasa dengan semuanya kalian malah manis kepadaku? sepi adalah sahabatku yang paling setia -Mentari Carramel Dan ini juga tentang Gava yang berstatus sebagai pacar Mentari pun mencintai kembarannya itu. Yang selalu terucap adalah "kamu lihat itu Bulan, dia baik, lemah lembut, penyayang, enggak kasar. Seharusnya kamu contoh kembaran kamu itu Tar," Aku lelah dengan ini semua, kapan kebahagiaan berpihak padaku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines