Cinta Dari Seluler

Cinta Dari Seluler

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2016
PROLOG Kenapa cinta seluler? Karna cinta dunia maya dah ada hehehe Selamat membaca... semoga suka... "Kamu mau yah nikah sama aku?" "HAAH.... maksudnya?" "Ya ... aku temui orang tua kamu, terus aku lamar kamu?" Huhhffff kalo aja kata - kata itu benar buat gue Mungkin rasanya tu.... gue seneng banget. Gue pasti jawab iya... tapi ini apa? Huhfff sudahlah lupakan... "Lu mau jadiin gue sebagai pelarian lu gitu. Sorry gue ga mau!" "Seriusan nih ga mau?" Gue tetep pada pendirian gue. Gue gelengkan kepala gue dengan mantap. "Ya terserah si... tapi yang pasti mau sekarang atau pun nanti aku tetap akan nikahin kamu. Mo tu jadi yang pertama,kedua, atau mungkin yang ketiga (dengan senyum yang ufhhh..... menakutkan).. "Heh.. lu ngancem gue nih? Dengan mata melototnya" "Hahhahahah" "Dah ah gue mo balik.. ayo cepet.." sambil berlalu dan meninggalkan arizal yang masih setia dibangku taman yg nyaman ini. #haiii salam kenal Maaf yah kalo nanti / prolognya kurang greget atau kurang bagus. By bintang
All Rights Reserved
#1
ratihwul20
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • PRILLY'S SECRET
  • ONLY SIX BOYS
  • syanin
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Mungkinkah Bisa ??
  • KANKSA
  • Way To You (END)
  • Turun Ranjang

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines