A Real Boyfriend (5/5)

A Real Boyfriend (5/5)

  • WpView
    Reads 45,441
  • WpVote
    Votes 3,676
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 15, 2016
"Kamu apa-apaan Prill?" Ali sedikit terkejut dengan sikap Prilly, meskipun Ali tahu selama ini Prilly tidak nyaman dengan sikapnya, tapi tidak menyangka Prilly akan seperti ini. "Aku capek kamu atur-atur terus, aku mau bebas, aku mau jalanin apa yang aku pengen bukan apa yang kamu pengen." "Jangan kayak anak kecil!" Suara Ali naik satu oktaf Prilly semakin emosi dibilang seperti itu. "Aku memang bukan anak kecil lagi. Kamu yang perlakuin aku kayak anak kecil. Apa-apa kamu atur, apa-apa kamu yang nentuin, nggak boleh ini nggak boleh itu, harus ini harus itu. Aku bukan boneka kamu Li! Aku berhak melakukan apapun, jangan atur-atur aku lagi!Tolong kamu ngerti."
All Rights Reserved
#810
egois
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE IS LOVE
  • Cintalah yang Menemukan Kita
  • True Love
  • Love to Change Everything (PRIVATE-EDITING)
  • Dia Bahagiaku
  • CINTA BEDA KARAKTER
  • Ali, I Love You (END)
  • Cinta Sendiri - 2
  • Stay (Away)

"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines