Ketika hujan datang bukan untuk menyegarkan, tapi untuk mengenang yang tak bisa dimiliki... Senja selalu menjadi waktu favorit Aldira, bukan karena keindahannya, tapi karena di situlah kenangan dengan Rayhan paling sering menyeruak. Lima tahun lalu, di bawah langit jingga yang murung dan rintik hujan pertama, mereka saling berjanji untuk tidak saling melupakan. Namun janji tinggal janji. Rayhan pergi, membawa separuh hati Aldira tanpa pernah menoleh lagi. Kini, Aldira adalah wanita dewasa yang nyaris kehilangan kepercayaan pada cinta. Tapi takdir rupanya belum selesai bermain. Rayhan kembali, tepat di musim hujan pertama setelah sekian tahun. Ia datang bukan sebagai kekasih, tapi sebagai tunangan sahabat Aldira. Terseret antara cinta yang belum padam dan persahabatan yang tak boleh dikhianati, Aldira terjebak dalam dilema yang meluruhkan logika dan menghantam hatinya tanpa ampun. Akankah hujan di ujung senja kali ini menghapus luka lama, atau justru membuka pintu penderitaan yang lebih dalam?
More details