Used To Be Mine

Used To Be Mine

  • WpView
    Membaca 118
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 14, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Heh, cebol! Gue kasih tau ya, kekurangan lo itu cuman satu kok." "Apa?" Tanya gadis itu dengan wajah malas, yang tak lain tak bukan adalah Tabina. "Gak ada kelebihannya! HAHAHAHAHA!" "Apa gue ngomong sama lo?" "Tai." Jawab Rio sewot. ♡ ♡ ♡ Menurut Andrio Ramadhan, "Namanya Tabina Salsabila Amanda. Judes, jutek, irit bicara, pintar, kalau ngomong pedes bro.. Tapi gemesin bikin gue penasaran!" Menurut Tabina Salsabila Amanda, "Namanya Andrio Ramadhan. Anak eksis, idaman para wanita maupun waria, pembuat onar, jahil, bacot, jayus, ngeselin." Copyright© 2016 by RenjanaSenja.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F A K E ? [End]
  • Euphoria With Senior [•END]
  • Sweet Couple [On Going]
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Cupu is Ketua Geng [COMPLETED]
  • Garis Luka
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • ANALISA
  • Papah Untuk SNORA [End]
  • My Bad Ify

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan