Stay.
  • WpView
    Reads 2,193,020
  • WpVote
    Votes 129,746
  • WpPart
    Parts 70
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 7, 2016
[BAHASA INDONESIA] Hidup Zefa yang tadinya penuh keceriaan kembali seperti dua tahun lalu. Ia kembali merasakan masa-masa berat dihidupnya karna beberapa masalah yang ia dapatkan dari beberapa laki-laki yang menyukainya. Hingga akhirnya, ia menemukan seorang laki-laki yang dapat membuatnya kembali bahagia, dapat membuatnya melupakan semua masalahnya. Tetapi hidupnya tak semulus itu,ada masa dimana ia membenci laki-laki tersebut bahkan sangat enggan melihatnya. "Jadi dia itu? terus buat apa lo selama ini..." Zefa menggantungkan ucapannya. "Engga Qill, lo salah paham, gue bisa jelasin kok, lo jangan--Qill tunggu!" Ucapan laki-laki itu tak diihiraukannya dan ia lebih memilih pergi dari hidup laki-laki tersebut. Walaupun hanya sementara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • Say Bye
  • DEAR SOPHIA
  • LDR
  • Rasa Tanpa Kata
  • With(out) you
  • TOUCHED (End)
  • I Don't Wanna Fall in Love Again
  • Not Me & Not Mine
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)

bagai mana jadinya dua orang remaja di jebak oleh orang tua mereka sendiri dan di nikah kan secara mendadak! apa mereka bisa menolak atau tidak? dan apa yang akan mereka lakukan? "ini pasti akal akalan Lo kan Van, Lo kalo mau nikah sama gue ngomong Van ngomong." jerit Zeva menatap Zevan sebal, "heh Kunti bogel, Lo nggak liat ini kamar siapa?, berarti Lo yang Dateng ke sini kan, ngaku Lo, Lo mau modus kan tidur sambil di peluk gue, ngaku Lo." tuding Zevan tak mau kalah, sudah tidak heran jika keduanya sering adu mulut bahkan adu otot sekali pun. "arrgh, gue nggak mau nikah sama Lo Zevan, bisa cepet tua gue kalo harus tiap hari tiap menit liat muka Lo," ucap Zeva masih belum mau menikah dengan Zevan, apalagi dengan fitnah yang tak masuk akal. bagai mana bisa yang tadinya jelas jelas Zeva ingat dia tidur di kamar nya malah bangun bangun sudah di kamar Zevan tidur satu ranjang berpelukan pula lagi, dan lebih sial nya orang tua mereka sudah duduk manis di sopa menyaksikan mereka berdua tidur. menurut Zeva ini sangat aneh dan mustahil , masa iya dia berjalan sampai ke kamar Zevan kan tidak mungkin! "heh, yang ada gue kena darah tinggi harus hidup satu atap sama bocah tengil, bocah cengeng kayak Lo, manja pula lagi." ketus Zevan, keduanya bertatapan nyalang sama sama tidak mau mengalah dan tidak mau di salahkan, lagi pula yang seharusnya di salahkan kedua orang tua mereka kan?hehehe.

More details
WpActionLinkContent Guidelines