Story cover for KNOCKOUT. by naabill
KNOCKOUT.
  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 08, 2016
"Luis, kenapa pahlawan nolong orang lain, padahal dia sendiri lagi diancem sama penjahat lain?" -Mia
"Mia, kamu mungkin ga cinta aku, tapi bahkan si tuli pun bisa mendengar cinta, dan si buta bisa melihat cinta. Kamu cuma belum siap merasakannya." -Luis
All Rights Reserved
Sign up to add KNOCKOUT. to your library and receive updates
or
#143girlpower
Content Guidelines
You may also like
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
48 parts Complete Mature
DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.
You may also like
Slide 1 of 7
GEMINTANG HATIKU cover
Need You cover
My Panda cover
Marriage Contract(LingOrm) E-book cover
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
OBSESSED with your body(END) cover
AURA !!! (Ormling x lingorm) cover

GEMINTANG HATIKU

36 parts Complete

"Ketika hadirmu mengubah segalanya, memberi warna pada hati abu-abu dalam rasa, menghilangkan segala gundah, hingga nyaman itu tercipta dari perilaku sederhana. Aku tidak perlu harta atau tahta untuk mencintaimu, cukup dengan semua apa yang ada pada dirimu itu sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya. Cinta sederhana yang hadir di balik tawa, tersembunyi di sela-sela canda, dan kenyaman itu semakin memaksaku untuk mengakui bahwa AKU CINTA KAMU TIARA" Dul Jaelani "Memang benar, mata selalu cenderung kepada yang lebih indah, sama seperti kamu, entah mengapa mataku sangat terbuai kala retina ini menangkap sosok bayangmu saat bertemu, bolehkah aku melangkah menujumu ?" Azriel Hermansyah "Mungkin memang keadaan yang telah berbeda, atau perasaan tak lagi sama, aku mencintaimu, namun aku tak bisa menafikan rasa bahwa aku tidak kuasa dengan semua perihal yang terjadi di antara kita, haruskah aku menahan sakit demi senyum palsu saat kita bersama ? atau lebih memilih mengalah dan mengakhiri semuanya ?" Abi Nagara Ketika sebuah hati di hadapkan kepada sebuah pilihan yang menentukan kebahagiaan di masa depan, gadis desa yang kini mendunia di Ibu Kota menjadi pembicaraan hangat di semua kalangan yang ada "Hatiku cuma satu, dan sampai saat ini aku tidak tau, kemanakah hati ini akan berhenti untuk mencari, haruskah bertahan atau melepaskan apa yang sudah aku genggam saat ini ?" Tiara Andini Selamat Membaca