We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HILANG
  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 30, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku kehilangan seseorang yang sangat aku cintai. Ia sekarang telah pergi lebih dulu meninggalkan aku. Momen-momen itu sekarang t'lah hilang dan tidak akan pernah ada lagi. Semua memori yang sudah aku lalui bersamanya, sekarang hanya tinggal kenangan." -Rangga Dean Azril- Maut bisa datang kapan saja dan dimana saja kita berada dan apapun kondisinya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu kecuali Allah. Bagaimanapun dan apapun yang terjadi, semuanya sudah diatur dan sudah digariskan oleh Allah. Tidak ada yang bisa menghalangi dan lari dari hal itu. Ketika kita sedang mengalami suatu musibah, dan itu berarti Allah sedang menguji kesabaran kita. Kita dikasih ujian oleh Allah karena Allah sayang sama kita. Kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain. Dari situlah kita harus ikhlas dan tabah untuk menghadapi semua yang telah terjadi.
All Rights Reserved
#71
hilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]
  • Kenangan terindah (Completed)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Pria As-Syams(END)✅
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Not Mine (Ending)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • VeeNara

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines