Story cover for LIFE by DianWijayanti7
LIFE
  • WpView
    MGA BUMASA 52,733
  • WpVote
    Mga Boto 5,854
  • WpPart
    Mga Parte 30
  • WpView
    MGA BUMASA 52,733
  • WpVote
    Mga Boto 5,854
  • WpPart
    Mga Parte 30
Ongoing, Unang na-publish Jan 08, 2016
Gimana kalo gue punya dua sahabat cowo
Tanpa gue tau, salah satu dari mereka ternyata suka sama gue
Bukan salah satu, tapi ternyata keduanya
Belom lagi sahabat cewe gue Tasya, yang bilang kalo suka dari salah satu diantara mereka
Dia minta bantuan gue buat jadi mak comblangnya
Gue harus bersikap gimana?
Gue harus menentukan hati kemana?
Belum lagi masa lalu yang malah muncul kembali
Masalah keluarga yang udah gue anggap selesai malah jadi bertambah.

Gue Icha, anak umur 15 tahun, tapi udah harus ngerasain nano nano nya kehidupan.

Cover By @tinnxxx2
All Rights Reserved
Sign up to add LIFE to your library and receive updates
o
#97complicated
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Vericha Aflyn ✔️ ni Icacty_
58 parte Kumpleto
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END) ni OktaviaWulan845
51 parte Kumpleto Mature
Naya dan miko itu sudah bersahabat sejak mereka masih di dalam kandungan. Otak mereka yang sama-sama tak waras itu malah membuat persahabatan mereka bisa bertahan sampai sekarang. Namun ada fakta yang begitu besar yang naya tidak tau, miko memiliki tumor otak yang baru diketahuinya satu tahun lalu, dan dokter mengatakan bahwa umurnya sudah tak lama lagi. Fakta itu yang membuat miko ingin melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan selama ini, miko berusaha membuat orang-orang disekitarnya bahagia setidaknya sebelum ia mati Tapi semakin lama miko merasa perasaannya untuk naya itu semakin hari semakin aneh, ada rasa tak suka saat naya berdekatan dengan laki-laki lain (raka guru mereka disekolah) naya suka pada raka tapi raka tak menyukainya. Perjuangan naya untuk mendapatkan raka berhasil membuat miko terluka Akan kah miko mengungkapkan perasaannya? Atau ia hanya akan memendam selamanya? Dan akan kah naya bisa mendapatkan raka? Dan mengtahui tentang penyakit miko? . . "laper gue ko,beliin gue es kelapa muda napa"ucap naya sambil mengibasi wajahnya yang kepanasan "buta mata lo?disini cuman ada kita berdua,lo nyuruh gue beli dimana oon"ucap miko melempar batu kecil pada naya "elo sih ngajaknya kesini"ucap naya menatap miko kesal "elo sih ngapain pake laper segala,ganjel aja dulu noh pake air laut,kembung dah lo setaon"ucap miko menunjuk laut dengan dagunya, membuat naya menatapnya sinis. . . . Percintaan+persahabat+keluarga+ngakak+sedih+emosi+jungkir balik..... semua dirangkum dalam cerita ini. So tunggu apa lagi? Don't forget like,comen,follow and share yaa jangan LUPA bintangnyaaaaaa THANK YOU❤
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Vericha Aflyn ✔️ cover
Pertemuan Terakhir cover
Renjana  cover
ZiAron [END] cover
IHSANI FASHA cover
𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END) cover
I T ' S   M E  cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover
#1 Only You (Complete) cover
HIRAETH : Rain In Paradise (END) cover

Vericha Aflyn ✔️

58 parte Kumpleto

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"