Cinta itu seperti sendal terapi.
Kalo disayang terus, dipake terus malah bisa nyakitin. Dan itu seperti kisah ku. Apalah dayaku, si ABG telat tentang Cinta?
Kata orang, cinta itu pemanis kehidupan. Apakah benar demikian? Lalu bagaimana jika cinta justru menghadirkan luka? Apakah kehidupan setelahnya akan terasa pahit? Ataukah justru membangun jiwa menjadi lebih kuat?