Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Her Butler & His Lady

Her Butler & His Lady

  • WpView
    Membaca 2,133
  • WpVote
    Vote 158
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung1j 21m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 21, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Selamat datang pelayan baru..." "Tempat ini dan seluruh isinya adalah milikku... jangan pernah menyentuh yang adalah milikku" "Aku benci mata ini..." "Kenapa tidak pergi dari sini?" "Bahkan aku tidak pernah menanyakan namanya..." "Apakah salah jika aku menyukai pelayanku sendiri?" ----- This is my second story! i hope all of you will enjoy it~ ( /^A^)/ the first one i will trying my best to continue it! ^^
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#42
eyes
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Putih abu-abu
  • First Date Of Silent Killer
  • Gemintang
  • 𝑷𝑹𝑬𝑪𝑰𝑶𝑼𝑺 𝑳𝑶𝑽𝑬 | C
  • Staring at You (Completed)
  • OH MY BOOK (PUBLISHED)
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • TAKDIR KITA ?
  • The Way I Loved You [Completed] 🌹

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan