Story cover for KELAM [on going] by mazhagna
KELAM [on going]
  • WpView
    Reads 1,716
  • WpVote
    Votes 170
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 1,716
  • WpVote
    Votes 170
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Jan 09, 2016
Cinta tak melulu tentang kekasih belahan jiwa...
Cinta tak melulu memberi rasa bahagia...
Tapi cinta juga tentang keutuhan sebuah keluarga...
Tentang bagaimana rasa sakit dan sengsara...
Tentang lika liku yang harus ditempuh untuk mengerti apa arti sebuah perjuangan dan kesabaran...

Ketika masa lalu yang memberi rasa trauma mendalam kembali menghantui. Menghancurkan segala pertahanan yang telah dibangun sedemikian rupa.
Sera kembali terperosok ke masa itu yang membuatnya begitu tak berdaya.  
Bertemu dengan satu persatu orang di masa lalu yang membuat hidupnya tak lagi sama.

Dan semua seakan kembali terulang...

Hancur dan berantakan...
All Rights Reserved
Sign up to add KELAM [on going] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Raga Kecil cover
Happy Is Bulshit cover
Diary Raka [Selesai] cover
Selesai di Tahun Kelima cover
Setia Di Hati (Selesai) cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
Antara Dendam dan Cinta cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT cover

Raga Kecil

20 parts Complete

Mengisahkan seorang ibu tunggal yang merawat kedua raga kecilnya tanpa campur tangan dari siapapun. Sebagai seorang ibu yang berdiri sendiri, ia memikul banyaknya peran dalam hidup. Setiap hari adalah perjuangan tanpa henti untuk memastikan anaknya tumbuh dengan bahagia, meski sering kali ia menyembunyikan lelah di balik senyumnya. Ibu dan anak adalah dua jiwa yang terhubung oleh cinta paling murni, sejak detak jantung pertama terdengar di dalam rahim. Bagi seorang anak, ibu adalah dunia. Meski ibu tunggal hanya memiliki satu tangan untuk menggenggamnya, namun kasih sayang yang diberikan tentu terasa seperti mendunia. Sentuhan tangannya adalah obat bagi segala luka, dan pelukan hangatnya adalah benteng dari segala ketakutan. Cinta seorang ibu tidak pernah memudar, ia tetap mencintai dengan cara yang tak selalu terlihat, tetapi selalu terasa. Hubungan ibu dan raga kecilnya adalah sebuah cinta abadi yang tak pernah meminta balasan.