Story cover for Better Than Word by chrysxnsia
Better Than Word
  • WpView
    Leituras 775
  • WpVote
    Votos 179
  • WpPart
    Capítulos 7
  • WpView
    Leituras 775
  • WpVote
    Votos 179
  • WpPart
    Capítulos 7
Em andamento, Primeira publicação em jan 09, 2016
Menceritakan tentang gadis yang selalu diselimuti rasa ketakutan dan malu didirinya, walaupun kadang sebenarnya dia bisa melalukan hal itu.
Dia juga mempunyai cara tersendiri untuk melampiaskan perasaannya, baik perasaan senang maupun sedih.
Gadis ini tinggal bersama kakak laki-lakinya yang sangat menyanginya. Ayah dan ibunya berada diluar negeri untuk urusan pekerjaan. Dia berada dilingkungan yang menyanginya, namun ada beberapa orang yang tidak menunjukan kasih sayangnya ke gadis ini secara langsung. 

Sampai dititik, dimana dia harus memilih satu yang paling baik dari beberapa yang baik. 

Karena terkadang kata-kata tak cukup, bahkan tak mampu menyampaikan apa yang kita rasakan 
-quinn Nichole aldonza-
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Better Than Word à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Shadow That Fades cover
I'am not perfect [END] cover
Kelabu Asa cover
My Life is My Secret - IMiaw cover
Once and Never Again cover
CAHAYA DI BALIK LUKA [END] cover
YOU IN MY MEMORY (Completed) cover
Rasa Tanpa Kata cover
Loving Like The Sun cover
Edelweiss Gugur di Musim Semi cover

Shadow That Fades

3 capítulos Concluída

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.