Stay With Me

Stay With Me

  • WpView
    Reads 2,316
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 21, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
1. Prolog.. Aku Ayu Anindya Narendra, bisa dilihat dari namaku kalian pasti sudah tau aku biasa dipanggil apa. Tapi cuma dia yang berbeda memanggil namaku dengan, "ANIN ah elah lama" Aku masih terpaku menatapnya, mulutku kaku saat ingin berbicara sesuatu hal yang sangat penting. Betapa bodohnya aku, hanya megap-megap sendiri karena dilema untuk mengucapkan kata itu. "Lo mau ngomong apa sih? Cepet deh" "Aku suka sama kamu Ge". Dan al hasil, dia tercengang menatapku tidak percaya. Jangankan dia, aku aja gak percaya kenapa bisa ngomong begitu sama cowok yang hanya menganggap aku adalah seorang pembantu. Mau tau bagaimana kisahku selanjutnya? Ya silahkan baca saja di part selanjutnya. Karena semuanya berawal dari sebuah kecelakaan yang membuat pelipis pipi kiriku cacat, berbekas jahitan. *$@@%&)(%$@#%&* MinNie is back .. Semoga kalian suka, please votemen and follow me
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • Paradise
  • The Language of the sky and Love
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Love & Lost
  • ZATARFA (Tamat)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • AKSA

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines