guitaris kecil

guitaris kecil

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 10, 2016
WpInfo
Non-Fiction
malam pun datang.ikshan sedang menyetem guitar. jeksen pun datang kerumah ikshan. "ikshannnnn..teriak suara jeksen memanggil ikshan. "kenapa shenn..jawab ikshan. "maen yuk shann..teriak jeksen. "sebentar shenn.aku sedang menyetem guitarku.jawab ikshan ikshan pun keluar dengan jeksen sambil membawa guitar yang tadi sudah distem.jekshen dan ikshan meuju kebelakang gang rumahnya. "sesampai disana.ikshan langsung memainkan guitarnya sambil bernyanyi dengan suara merdunya. jrreng...jrinkk...jrengg..jrinkk...... suara guitar yang sedang ikshan mainkan. "ketika ikshan memainkan guitar ikshan suka sedih.sering teringat.mamanya yang dulu juga hobi bermain guitar. ikshan pun memikirkan mamanya yang sudah tiada. "tetesan air mata ikshan yang terus keluar membasahi guitarnya.ikshan menangis sambil memainkan guitarnya dan bernyanyi. "ikshann kamu kenapa menangis,tanya jekshenn. "jawab ikshan,aku menangis. karena aku ingat pada mamaku shen dia juga hobi bermain guitar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Ketos Park Jisung & Me
  • MAAFKAN AKU !!
  • SECRET AGENT X STEPBROTHERS (exo ot-12)
  • School Heart♡ [TAMAT]
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • My Cold Boy
  • LOVE OR ENEMY...  💜Completed💜
  • Thank You ( Kim Taehyung ).

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines