
Perempuan itu berlari sambil menyeret kakinya yg berdarah, meninggalkan jejak yg berbau amis. Dia terus berlari sambil terus menengok kebelakang. Takut. Perasaan yg menguasai pikiran dera saat ini. Akhirnya dia sampai di sebuah lorong yang mempunyai banyak kamar. Dengan pintu berwarna coklat di samping kanan dan kirinya. Karpet merah dan lampu yang tidak menyala terang, sesekali mati menambah suasana mencekam disitu. Dera masuk ke salah satu kamar itu. Dia mengedarkan pandangannya. Dia mencari tempat persembunyian yang bisa menyelamatkan nya dari si psycopat itu. Dera masuk ke lemari baju yang tak begitu besar tapi muatlah untuk dia. Dera menutupi dirinya dengan baju-baju yang menggantung. "ya tuhan, tolong gue" pinta dera sambil menangis. Lelah perasaan menghinggapi dera. Ini mungkin akhir dari segalanya. Tapi dera belum mau mati.All Rights Reserved
1 part