Story cover for The Twin by lalaaaluna
The Twin
  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Jan 10, 2016
Perempuan itu berlari sambil menyeret kakinya yg berdarah, meninggalkan jejak yg berbau amis. Dia terus berlari sambil terus menengok kebelakang. Takut. Perasaan yg menguasai pikiran dera saat ini. Akhirnya dia sampai di sebuah lorong yang mempunyai banyak kamar. Dengan pintu berwarna coklat di samping kanan dan kirinya. Karpet merah dan lampu yang tidak menyala terang, sesekali mati menambah suasana mencekam disitu. Dera masuk ke salah satu kamar itu. Dia mengedarkan pandangannya. Dia mencari tempat persembunyian yang bisa menyelamatkan nya dari si psycopat itu. Dera masuk ke lemari baju yang tak begitu besar tapi muatlah untuk dia. Dera menutupi dirinya dengan baju-baju yang menggantung. 
"ya tuhan, tolong gue" pinta dera sambil menangis. Lelah perasaan menghinggapi dera. Ini mungkin akhir dari segalanya. Tapi dera belum mau mati.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

1 bab

Daftar untuk menambahkan The Twin ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Journey Of Diara -  Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -  oleh NikelGold
20 bab Lengkap
Diara, seorang gadis imut yang penuh talenta. Supel dan sangat humoris. Berperawakan 155cm, alis natural tanpa lukisan sudah menunjukkan bahwa dia begitu memikat. Mata yang coklat semburat hitam dengan kelopak mata yang belok. Diara bukanlah gadis yang manja, dia penuh kejutan dan tipe setia. Tapi, dia bukanlah tipe orang yang mudah melupakan suatu hal. Tak terkecuali kenangan pahit. Bukannya pendendam, tapi dia amat perasa. Hatinya rapuh, sudah sejak lama. Sejak dia masih belia. Kenangan buruk 15 tahun yang lalu membekas. Membawa trauma hingga kini. Diara, menutupi kerapuhan hatinya dengan selalu bersikap ceria. Butuh waktu dan perjuangan amat lama untuk menyembuhan trauma hingga dia bisa tegar menghadapi kehidupan. Kehidupan yang amat pahit. Hingga kini, kehidupan palsunya terbungkus rapat. Tiada yang tahu. Bahkan keluarga dekatnya sekakipun. Hingga suatu sore, bayangan kelam itu tiba-tiba muncul sangat nyata. Bukan berupa mimpi buruk lagi yang selalu dia alami tiap malam. Keringat bercucuran, tangan dan tubuhnya gemetar. Bola matanya terpatri dalam hingga berkedippun terasa berat. Semua anggota tubuhnya kaku. Namun tiada tenaga. Tidak ada kekuatan yang biasa ia banggakan. Aaahhh.... Sore itu dunia terasa sangat gelap, sesak dan sungguh berkabut. Air matanya tidak bisa dibendung lagi. Meleleh begitu saja tanpa permisi. Semakin lama mata Diara memandang laki-laki itu, semakin bergetar hebat tubuhnya... Tidak bisa bergerak. Mematung melihat sesosok lelaki itu berjalan lurus menghampirinya. Semakin dekat, semakin terlihat jelas senyum bajingan itu. "shit...! Kenapa badan ini mematung? Kenapa tidak ada tenaga? Kenapa bajingan itu tersenyum manis padaku? Apa dia lupa kelakuannya? Aaahhh... Iyaa, pantas saja dia seringan itu hidupnya. Karena dia memang BAJINGAN". Ruruk Diara dalam diam. Dingin, tetiba sekujur tubuhku menjadi dingin. Pandangan menjadi kabur. Kenapa senja sore berjalan begitu cepat. Aahh... Kenapa sudah gelap??? Apa sudah malam? Diara!!
Xagala oleh FanisaSibarani
14 bab Lengkap
Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Journey Of Diara -  Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -  cover
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going] cover
Sin-yuka Imperio cover
Xagala cover
LUKA & CINTA cover
Rumah Lira cover
Menjaga Monster cover
Antara Dendam dan Cinta cover
The Same cover

Journey Of Diara - Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -

20 bab Lengkap

Diara, seorang gadis imut yang penuh talenta. Supel dan sangat humoris. Berperawakan 155cm, alis natural tanpa lukisan sudah menunjukkan bahwa dia begitu memikat. Mata yang coklat semburat hitam dengan kelopak mata yang belok. Diara bukanlah gadis yang manja, dia penuh kejutan dan tipe setia. Tapi, dia bukanlah tipe orang yang mudah melupakan suatu hal. Tak terkecuali kenangan pahit. Bukannya pendendam, tapi dia amat perasa. Hatinya rapuh, sudah sejak lama. Sejak dia masih belia. Kenangan buruk 15 tahun yang lalu membekas. Membawa trauma hingga kini. Diara, menutupi kerapuhan hatinya dengan selalu bersikap ceria. Butuh waktu dan perjuangan amat lama untuk menyembuhan trauma hingga dia bisa tegar menghadapi kehidupan. Kehidupan yang amat pahit. Hingga kini, kehidupan palsunya terbungkus rapat. Tiada yang tahu. Bahkan keluarga dekatnya sekakipun. Hingga suatu sore, bayangan kelam itu tiba-tiba muncul sangat nyata. Bukan berupa mimpi buruk lagi yang selalu dia alami tiap malam. Keringat bercucuran, tangan dan tubuhnya gemetar. Bola matanya terpatri dalam hingga berkedippun terasa berat. Semua anggota tubuhnya kaku. Namun tiada tenaga. Tidak ada kekuatan yang biasa ia banggakan. Aaahhh.... Sore itu dunia terasa sangat gelap, sesak dan sungguh berkabut. Air matanya tidak bisa dibendung lagi. Meleleh begitu saja tanpa permisi. Semakin lama mata Diara memandang laki-laki itu, semakin bergetar hebat tubuhnya... Tidak bisa bergerak. Mematung melihat sesosok lelaki itu berjalan lurus menghampirinya. Semakin dekat, semakin terlihat jelas senyum bajingan itu. "shit...! Kenapa badan ini mematung? Kenapa tidak ada tenaga? Kenapa bajingan itu tersenyum manis padaku? Apa dia lupa kelakuannya? Aaahhh... Iyaa, pantas saja dia seringan itu hidupnya. Karena dia memang BAJINGAN". Ruruk Diara dalam diam. Dingin, tetiba sekujur tubuhku menjadi dingin. Pandangan menjadi kabur. Kenapa senja sore berjalan begitu cepat. Aahh... Kenapa sudah gelap??? Apa sudah malam? Diara!!