The Twin

The Twin

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 10, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Perempuan itu berlari sambil menyeret kakinya yg berdarah, meninggalkan jejak yg berbau amis. Dia terus berlari sambil terus menengok kebelakang. Takut. Perasaan yg menguasai pikiran dera saat ini. Akhirnya dia sampai di sebuah lorong yang mempunyai banyak kamar. Dengan pintu berwarna coklat di samping kanan dan kirinya. Karpet merah dan lampu yang tidak menyala terang, sesekali mati menambah suasana mencekam disitu. Dera masuk ke salah satu kamar itu. Dia mengedarkan pandangannya. Dia mencari tempat persembunyian yang bisa menyelamatkan nya dari si psycopat itu. Dera masuk ke lemari baju yang tak begitu besar tapi muatlah untuk dia. Dera menutupi dirinya dengan baju-baju yang menggantung. "ya tuhan, tolong gue" pinta dera sambil menangis. Lelah perasaan menghinggapi dera. Ini mungkin akhir dari segalanya. Tapi dera belum mau mati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • untuk dhea, dilembar terakhir
  • Dinding Sunyi
  • Sin-yuka Imperio
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Dera 4
  • Xagala
  • Journey Of Diara -  Beautiful Patience Is Struggle For Jannah -

Di sebuah toko buku kecil, kisah ini bermula-dan berakhir. Di antara rak-rak sunyi dan aroma halaman yang menua, Dimas kembali mengenang sosok yang pernah membuat dunianya lebih hidup: Dhea. Gadis dengan tatapan teduh dan langkah tenang, yang hadir perlahan-lahan tapi tinggal begitu dalam. "Untuk Dhea, dari Sudut Paling Sepi" bukan sekadar kisah cinta biasa. Ini adalah perjalanan panjang yang penuh keraguan, hangatnya kebersamaan, tarik-ulur yang membingungkan, hingga keberanian untuk melepaskan. Di balik tawa dan percakapan larut malam, tersimpan luka-luka lama yang belum sembuh. Ketika cinta sedang berada di puncaknya, justru masa lalu datang mengetuk, membawa trauma yang perlahan meretakkan semuanya. Lewat kilas balik ke masa sekolah, obrolan penuh harapan, kejutan ulang tahun yang terekam kamera, hingga percakapan terakhir yang membuka semuanya-novel ini menjadi semacam surat panjang, penuh perasaan yang tak sempat diucapkan, ditulis dari ruang paling sunyi dalam hati seorang lelaki. Bagi siapa pun yang pernah mencintai tapi tak bisa memiliki, atau pernah mencoba bertahan meski tahu akhirnya harus merelakan-kisah ini mungkin adalah cermin, atau pelukan yang datang dari halaman demi halaman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines