(Bisa dibilang ini antologi cerpen)
Aku tidak terperangkap dalam mimpi.
Lihat, aku mencoba menggapaimu...
Raih tanganku, kita pergi ke hari esok yang kujanjikan.
Siapa kita? Hanya kepingan debu di semesta.
Mereka adalah jiwa kosong yang tersesat di tengah-tengah hiruk pikuk dunia. Kemudian, beberapa dari jiwa-jiwa itu ditakdirkan untuk bertemu. Mereka melukiskan warna-warna kehidupan pada sesamanya. Setiap jiwa memiliki ceritanya masing-masing
Tapi, tidak semua cerita berakhir bahagia.
°°°
Isinya cerita-cerita pendek, karena saya tidak pandai menulis panjang-panjang.