Enchanted To Meet You

Enchanted To Meet You

  • WpView
    Reads 1,538
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 7, 20164h 26m
Raya adalah seorang gadis yang memiliki keunikan pada matanya. Ia memiliki warna mata yang berbeda-beda. Mata kanannya berwarna merah muda. Serta mata kirinya berwarna ungu terang. Gadis ini memiliki gangguan diri jika ia sedang merasa sangat sedih. Ia dapat memberontak serta dapat melukai dirinya ataupun orang lain. Hal itu ia dapatkan ketika ia ditinggal ibunya lima belas tahun yang lalu. Kehidupan yang ia jalani setelah kepergian ibunya sangatlah menyedihkan. Ia harus bertahan hidup bersama kakak perempuannya. Lika-liku kehidupan mereka jalani tanpa adanya kedua orang tua. Pada suatu hari, gadis ini bertemu dengan seseorang. Dan ia berkata: 'I was Enchanted To Meet You'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • Sampai Menutup Mata
  • Hazel milik Raydeen
  • Istri Kedua
  • View From My Window [COMPLETED]
  • snow princess in future
  • ��ᴘᴀᴘᴀ ꜱᴀɢᴀ ᴱⁿᵈ
  • Cold Shoulder
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira

Di tanah Kawali yang berembun, lahirlah seorang putri yang ditakdirkan bukan untuk dirinya sendiri. Dyah Pitaloka Citraresmi, sekar Sunda dari istana Galuh, tumbuh di bawah kasih ibunda dan kebijaksanaan ayahandanya, Prabu Linggabuana. Ketika surat pinangan dari Majapahit datang, dunia berubah. Di balik nama besar Hayam Wuruk dan bayangan Gajah Mada, cinta berubah menjadi medan kehormatan. Dari Sungai Cikawali yang bening hingga tanah Bubat yang merah, langkah Pitaloka menjadi jembatan antara cinta dan martabat. Ia bukan sekadar putri-ia adalah nyanyian yang lahir dari air mata, doa, dan darah bangsanya. Nyanyian Sunyi Sang Sundayana adalah kisah tentang cinta yang patah sebelum sempat berbunga, tentang kehormatan yang dijaga sampai napas terakhir, dan tentang nyanyian abadi dari tanah Sunda yang tak pernah berhenti meratap sejak hari darah itu di Bubat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines