Loving you

Loving you

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 5, 2016
Jika saja kita lebih jujur dengan perasaan masing-masing. Mungkin tidak akan ada salah paham yang berakhir dengan perpisahan. -Vania Nithimihardjo Seandainya tidak ada luka di masa lalu, akankah ada masa depan untuk kita? -Alfian Daniarga Kadang yang special akan kalah sama yang selalu ada -Mario Wardhana Andaikan aku tidak cukup egois, mungkin sekarang kalian tengah berbahagia -Fara Delia Utami Ini bukan tentang siapa yang mengenalnya lebih dulu ataupun siapa yang mengenalnya lebih lama. Ini tentang siapa yang paling ia inginkan untuk tetap bersamanya -Karenina Oetomo ~ "Kita bagaikan dua garis lurus yang sejajar. Bagaimanapun kita berusaha untuk saling mendekatkan diri, pada akhirnya kita tetap tidak pernah bertemu pada satu titik potongan" -anonymous-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Bukan Kita D.A.N
  • Kamu Milikku
  • Clarisa Yunita ( End )
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Time Release
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • DAVINARA

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines