Lembaran Pensilku

Lembaran Pensilku

  • WpView
    Reads 3,008
  • WpVote
    Votes 257
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 17, 2016
Lembaran demi lembaran aku padatkan dalam bentuk proposal. Yang aku sertai makna cinta dalam setiap tintanya. Mungkin baitnya tak semegah penyair termahsyur di Indonesia. Tautan tulisan yang kurang apik tak mengharuskanku untuk melangkah dalam karya yang kupersembahkan untukmu, Pelabuhan Teduhku. -asky-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Secret Of My Husband [END]
  • LELAH
  • BREATHE
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Deary Depresiku [[ END ]]
  • Verronica (COMPLETED)
  • Travelling Love [Selesai]
  • Never End
  • Be My Love ✅

matahari masih sedikit terlihat diufuk barat. seorang gadis berusia 18 tahun sedang menyusuri jalan setapak menuju ke rumah tercintanya. ia terhenyak begitu mendapati rumah ayahnya ramai dengan dekorasi bebungaan yang tampak indah dipandang mata. "ada acara apa ibu?" seorang wanita berusia 48 tahun sedang mengenakan gaun indah yang membuatnya terlihat cantik diusia yang tak lagi muda. "jangan banyak bicara, diandra.. segera pakai gaun ini dan turun!" shima, ibu sambung diandra melemparkan sebuah kotak berukuran cukup besar ke arahnya. "kenapa seperti gaun pernikahan ibu..?" diandra membuka kotak itu dam menemukan sebuah gaun panjang yang tampak simple tapi indah jika dipakai. "jangan banyak bicara cepat pakai.. atau kau mau ku pukuli seperti kemarin hah..!" shima sudah bersiap memgangkat tangannya tinggi. cklek.. Suara handle pintu dibuka. Mendadak shima memeluk diandra yang masih terdiam mematung memegang gaun indah ditangannya. "maafkan ayah.. ayah terpaksa... ayah punya hutang.. bila ayah tak menikahkanmu dengan anak boss ayah.. ayah akan dipenjara.." antoni, ayah kandung diandra memeluk putri semata wayangnya dengan istrinya yang dulu. ia sebenarnya tak menginginkan hal ini terjadi. tapi apalah daya hutangnya yang menumpuk, ia harus merelakan putrinya untuk dijadikan sebagai gantinya agar ia tak dipenjara. diandra diam, ia melepas pelukan antoni dan berjalan melewati ayahnya menuju ke kamarnya untuk memakai gaunnya. tes tes tes hanya airmata yang mengalir melewati pipinya lah yang menunjukkan betapa kecewanya ia pada ayah kandungnya. pria yang amat ia sayangi dengan teganya menjualnya demi membayar hutang. tapi ia harus kuat, ia sudah berjanji pada mendiang ibunya akan selalu menuruti perintah ayahnya apapun itu asalkan itu tak menyalahi aturan dan ia masih mampu melakukannya. gimana ceritanya? mau dilanjut? pasti bikin ketagihan.. cerita mengandung konten dewasa, mohon lebih bijak memilih bacaan..!!! pilih yang sesuai umur pembaca ya..!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines