Story cover for MIDDLE EAST by klytewax
MIDDLE EAST
  • WpView
    Reads 1,397
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 1,397
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Jan 10, 2016
Bulan tertegun. Gedung berlantai tujuh yang ada di hadapannya membuatnya tak bisa berkedip. Ya, Tuhan...apa saja yang sudah kulakukan? Aku bekerja disini?
"Ayo, Bulan! Sebentar lagi jam delapan, Jangan sampai terlambat!" tegur ayah sambil membuka sitbelt yang melilit tubuhnya. Dia sudah hendak membuka pintu mobil ketika melihat Bulan yang hanya diam tak bergeming di tempatnya.
"Bulan, kamu kenapa?"
"Apa benar aku bekerja disini?"
"Ya, kamu memang bekerja disini."
Bulan tercengang. Masih belum melepas pandangannya dari gedung di depannya.
Aku baru terbangun beberapa hari yang lalu dan Tuhan sudah menyuguhiku keajaiban. Pertama, seorang pria tampan yang mengaku sebagai kekasihku. Dan sekarang, sebuah pekerjaan.
All Rights Reserved
Sign up to add MIDDLE EAST to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Bulan Bintang by sugaring__cookie
4 parts Ongoing
Ia yang dijuluki Bintang, Skayara Bintang Adhiyaksa. Ia bukan langit yang dipuja, tapi serpih cahaya kecil yang berusaha tetap menyala di tengah gelap. Seorang penghuni pagi yang berjalan dalam sunyi, membelah dingin dengan sepeda motor renta yang kini lebih sering batuk daripada berjalan. Hidupnya adalah barisan luka yang diolesi senyum retak tapi tetap indah. Setiap hari ia menjamu waktu dengan aroma kopi dan kepulan harapan hidup. Tangannya menari di antara cangkir dan kerinduan yang diam-diam ia telan dalam hirupan pertama. Ia menyapa dunia dengan tutur lembut, walau isi hatinya dipenuhi tanda tanya: "Sampai kapan aku harus kuat?" Tak banyak yang melihat kehidupannya, tapi ia adalah puisi berjalan disusun dari kepingan lelah, dipoles oleh harap. Ia tak bersinar terang, tapi cukup gemerlap untuk diingat oleh langit yang pernah kehilangan bintangnya. Ia yang dinamai Bulan, Raespati Bulan Sadipta. Lelaki itu adalah senyap yang bersuara. Diamnya bukan karena tak peduli, tapi karena ia menyimpan terlalu banyak sakit yang tak sanggup diucapkan kata-kata. Ia tinggal di antara deru mesin dan debu jalanan, di mana suara knalpot adalah musik, dan peluh Tangannya kasar seperti jalanan rusak, tapi setiap gerakannya adalah sajak membenahi yang rusak, menyambung yang patah, menghidupkan yang mati. Bengkelnya kecil, nyaris tersembunyi oleh waktu, tapi hatinya luas, menyimpan matahari yang enggan terbit. Ia tak mencari dunia. Ia hanya ingin bertahan. Hidupnya adalah malam panjang yang ditemani bulan sabit: separuh terang, separuh gelap, namun tetap bertahan menggantung di langit. Dan dalam diamnya, ia berharap seseorang akan datang bukan untuk menyelamatkan, tapi untuk duduk bersamanya dalam sunyi.
LUNA  by baelialicce
46 parts Ongoing
JANGAN LUPA FOLLOW! Tinggalkan vote dan komen Deskripsi Luna athayya gadis pecinta senja yang terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang telah merebut kehormatannya hingga ia harus hamil anak pria yang telah memiliki kekasih itu. Dan Luna juga kehilangan kesempatannya untuk melanjutkan pendidikannya. Semua karna laki-laki bernama raja khatulistiwa Wijaya. Laki-laki yang sejak awal menikah dengan Luna pun tidak pernah berlaku baik pada perempuan itu meskipun Luna tengah hamil. Laki-laki itu tidak segan-segan mengumbar kemesraan bersama kekasihnya di depan Luna yang notabenenya istri sah raja. Di tinggal orang tua sejak kecil, di asuh bibinya yang gila harta, memiliki suami yang kasar, yang hobi menyakiti fisik dan batinnya, tidak di sukai oleh keluarga suaminya, selalu mendapat bullying saat di sekolah, dan suaminya hanya menatap nya tanpa berniat menolong, hamil tapi tidak di akui oleh suami maupun keluarganya Apakah suaminya akan berubah atau dia akan selamanya berada di dalam kubangan penderitaan yang di ciptakan orang-orang disekitarnya? Selamat datang di kisah si gadis yang hidupnya tidak pernah jauh dari kata sakit. Entah kapan kata bahagia datang menghampirinya. "Bagaimana rasanya bahagia?" Luna athayya Start :14 Mei 2022 Ending: ?? Rank #1 Kasar (14-8-2023) Rank #1 teen (19-8-2023) Rank #1 menikah (28-8-2023) Rank #4 family (26-9-2023) Rank #6 husband (22-10-2023) Rank #9 bad (30-10-2023) Rank #3 bullying (22-11-2023) Rank #5 sad (28-11-2023) Rank #4 fiction (15-1-2024) Rank #6 school (19-1-2024) Rank #5 Keluarga (23-10-2024) Rank #2 angst (25-10-2024) Rank #2 bullying (27-10-2024) Rank #1fiction (28-10-2024) Up sesuai mood ya guys.
Please Continue Protecting Me"IND" END by amethystia_26
48 parts Complete Mature
*TERJEMAHAN BY GOOGLE TRANSLATE* Author(s) An Zhi Ruo Mian As Peaceful As Slumber 安之若眠 Status in COO 48 chapters (completed) Sinopsis Beberapa tahun yang lalu, kecantikan terikat kursi roda Keluarga Rong yang diceritakan lembut dan rapuh diculik oleh seseorang. Sementara semua orang panik dan membakar kepala mereka mencarinya, hanya satu pria yang bisa menemukannya. Rong Mo dengan hati-hati bertanya kepada pria jangkung dan suram di depannya. "Apakah ... kamu akan terus melindungiku?" Pria itu melirik kakinya yang tidak bisa bergerak dan wajah lembut pucat dan menjawab. "Tidak" "Lalu mengapa Anda menyelamatkan saya?" Dia menunggu lama sebelum dia mendengarnya berkata dengan ringan. "Itu ada di sepanjang jalan." Beberapa tahun yang lalu, Rong Mo berpikir darah pria ini pasti dingin. Hanya beberapa tahun kemudian dia benar-benar menjadi arti sebenarnya dari kata 'pengawal', dan dia akhirnya 'mengalami' kehangatan dan darah panas yang selalu dimiliki tubuhnya. Setelah itu, Rong Mo duduk di kursi rodanya di taman sekolah dan menatap pria yang berpura-pura menjadi pekerja sekolah di kejauhan. Dia mengulurkan tangan padanya dan berkata. "Hei. Kemarilah dan angkat aku. Saya perlu ke kelas. " Nie Feizhan: "...." "Bukankah kamu pengawal saya?" 'Aku hanya pekerja sekolah." Nie Feizhan mengingatkannya. "Aku di sini hanya untuk melakukan pekerjaan kasar." "Kalau begitu pekerja sekolah kasar kasar, datang ke sini dan bawa aku." Setelah itu- "Hei, pengawal di sana, datang ke sini dan bawa aku. Saya ingin tidur. " Nie Feizhan mengambil langkah besar. "Kamu yakin ingin aku membawamu ke kamar?" Rong Mo mundur sedikit. "Apakah kamu tidak suka menggendongku?" Nie Feizhan berhenti dan membungkuk untuk menyapunya dari kursinya. Dia mengatakan melalui gigi yang hampir kertakan. "Aku tidak tahan menjemputmu setiap hari dan memasukkanmu ke dalam sakuku dan kau masih berpikir itu tidak cukup?" ..............................
You may also like
Slide 1 of 10
Bulan Bintang cover
I Told the Moon about You  cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT] cover
A Not So Love Letters for 13!  cover
The Moon Sent You to Me cover
A Love Story "Short Story" cover
LUNA  cover
SELENOPHILE cover
Please Continue Protecting Me"IND" END cover

Bulan Bintang

4 parts Ongoing

Ia yang dijuluki Bintang, Skayara Bintang Adhiyaksa. Ia bukan langit yang dipuja, tapi serpih cahaya kecil yang berusaha tetap menyala di tengah gelap. Seorang penghuni pagi yang berjalan dalam sunyi, membelah dingin dengan sepeda motor renta yang kini lebih sering batuk daripada berjalan. Hidupnya adalah barisan luka yang diolesi senyum retak tapi tetap indah. Setiap hari ia menjamu waktu dengan aroma kopi dan kepulan harapan hidup. Tangannya menari di antara cangkir dan kerinduan yang diam-diam ia telan dalam hirupan pertama. Ia menyapa dunia dengan tutur lembut, walau isi hatinya dipenuhi tanda tanya: "Sampai kapan aku harus kuat?" Tak banyak yang melihat kehidupannya, tapi ia adalah puisi berjalan disusun dari kepingan lelah, dipoles oleh harap. Ia tak bersinar terang, tapi cukup gemerlap untuk diingat oleh langit yang pernah kehilangan bintangnya. Ia yang dinamai Bulan, Raespati Bulan Sadipta. Lelaki itu adalah senyap yang bersuara. Diamnya bukan karena tak peduli, tapi karena ia menyimpan terlalu banyak sakit yang tak sanggup diucapkan kata-kata. Ia tinggal di antara deru mesin dan debu jalanan, di mana suara knalpot adalah musik, dan peluh Tangannya kasar seperti jalanan rusak, tapi setiap gerakannya adalah sajak membenahi yang rusak, menyambung yang patah, menghidupkan yang mati. Bengkelnya kecil, nyaris tersembunyi oleh waktu, tapi hatinya luas, menyimpan matahari yang enggan terbit. Ia tak mencari dunia. Ia hanya ingin bertahan. Hidupnya adalah malam panjang yang ditemani bulan sabit: separuh terang, separuh gelap, namun tetap bertahan menggantung di langit. Dan dalam diamnya, ia berharap seseorang akan datang bukan untuk menyelamatkan, tapi untuk duduk bersamanya dalam sunyi.