My Lovely Brother!

My Lovely Brother!

  • WpView
    Reads 285,172
  • WpVote
    Votes 9,583
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Oct 3, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Tidak mempunyai orang tua membuat mereka harus hidup mandiri dan sering terpisah. Hubungan kakak beradik yang didambakan setiap orang, saling menyayangi dan melindungi. Tapi bagaimana jika dendam dari masa lalu sang ayah datang dan berusaha melenyapkan mereka? Cara apa yang akan dilakukan quinn sebagai seorang FBI untuk menyelamatkan kakaknya? Cara apa yang akan dilakukan keanu sebagai seorang kakak dan CEO perusahaan demirat group untuk melindungi sang adik? NOTICE : 17+ untuk menghindari penjiplakan cerita. part 20 sampai akhir aku private. follow account saya dulu kemudian refresh story, maka cerita baru bisa dibaca TAMAT (sedang proses revisi)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sinners on Earth
  • PILIHAN TERAKHIR
  • THE SECRET
  • Parts of You
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Zero-sum Love [FIN]

Red hanya memiliki satu keinginan sederhana setelah semua dendamnya terbalaskan; kematian. Ia sudah tahu akan dengan cara apa ia mengambil nyawanya sendiri. Kuasa, uang, serta status yang dimilikinya sekarang sama sekali tidak menggoda Red untuk bertahan di dunia ini lebih lama lagi. Hingga takdir kembali mempertemukan Red dengan teman masa kecil yang kini juga menjadi salah satu komponen dalam perjalanan balas dendamnya. Walaupun berasal dari panti asuhan, Snow tetap tumbuh dalam dunia yang penuh dengan warna-warni cantik sebab perlindungan kedua orangtua angkatnya. She has such a sheltered life. Namun dunia penuh ilusi itu runtuh di depan mata Snow saat ayah yang paling dicintainya dibunuh oleh satu sosok berdarah dingin yang sial seribu sial sangat Snow kenali. Bagaimana bisa anak manis dari panti belasan tahun lalu bertransformasi menjadi monster tanpa hati? © porknoodle

More details
WpActionLinkContent Guidelines