Memory

Memory

  • WpView
    Reads 9,018
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 9, 2016
Kisah nyata banget.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Father's Sin
  • Lady Mafia
  • Jadi kekasih sang protagonis?(senyuman yang memudar)
  • Ini Kinanti Mas [21+]
  • jadi buna? (bl) (h-hiatus...)
  • Bapak Toxic? not Anymore
  • kesayangan mafia
  • Kamu Hanya Milikku
  • Tease Me Not

Arlan adalah definisi polisi sempurna. Namun, ayahnya adalah mantan narapidana kasus pembunuhan ibunya sendiri. Arlan hidup dalam bayang-bayang "Anak Pembunuh", yang membuatnya tumbuh menjadi pria sedingin es yang memutus komunikasi dengan ayahnya hingga sang ayah mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian. Namun, saat kematian sang ayah, Arlan yang pernah berjanji tak akan datang ke pemakamannya justru datang. Bahkan Arlan datang ke kontrakan Mahendra dan tertidur. Saat terbangun, ia justru berada di dalam apartemennya. Kalender menunjukkan tanggal setahun yang lalu. Di masa ini, ayahnya masih hidup, masih mendekam dalam kemiskinan di sebuah rumah kontrakan kumuh setelah bebas dari penjara. Ia mendatangi ayahnya untuk merubah nasib pria malang itu. Didorong oleh rasa penasaran, Arlan mulai membuka kembali arsip kasus kematian ibunya. Ia menemukan kejanggalan demi kejanggalan yang sengaja ditutupi. Mampukah Arlan mendapatkan keadilan untuk ayah? Foto dari pin Kang plagiat jauh-jauh dechh

More details
WpActionLinkContent Guidelines