Promise

Promise

  • WpView
    Reads 469
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 9, 2016
Aku dan kamu. Kita. Bagaikan magnet. Saling bertolak belakang tetapi dapat bersatu. Tanpamu, aku bagaikan mawar tak berbunga. Indah di kata, buruk dilihat. Kau satu-satunya alasanku untuk tetap hidup. Demi memberikanmu sedikit kenangan sebelum kita sama-sama pergi menghadap Sang Pencipta. Ingatlah selalu. Ketika kita bersama-sama mengucapkannya, janji itu. Walau pun hanya diucapkan oleh dua bocah polos yang tak tau apa-apa. Tapi, andaikan hari itu tak ada, mungkinkah aku akan tetap bertahan hingga detik ini?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup di Dalam Bayangan
  • flashback~
  • Kamu Milikku
  • Satu Jam Saja
  • Takdir Pilu Azizi
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • Matahari
  • Strong Girl
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]

Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines