We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 11, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Malam semakin gelap. Di langit terlihat awan yang telah menggelayut seperti kapas yang usang. Kini kantuk telah menggelayut dimata Maya. Maya adalah sesosok gadis yang begitu cantik, pintar, dan polos. Tak jarang para pria suka pada Maya. "Ngantuk banget nih. Tidur dulu ah"(cetus Maya) Akhirnya Maya memutuskan untuk tidur karena esok dia akan berangkat pagi untuk pergi ke Sekolah Keesokan harinya, ayam terdengar tengah berkokok waktu menunjukkan pukul 05:30. Maya terbangun setelah itu dilanjutkan untuk mandi. Setelah siap semua, Maya menuju ke meja makan untuk sarapan. Disana sudah terdapat makanan yang disiapkan oleh Bi Surti pembantu Maya. Bi Surti sudah bekerja sejak belasan tahun. Kini Bi Surti di anggap ibu oleh Maya. "Pagi maa.. paaa"(Kata Maya) "Pagi Maya"(Jawab Mama dan Papa Maya)"Tumben kamu berangkat pagi seperti ini" "Iya soalnya Maya ada tugas di sekolah. Jadi Maya disuruh Guru Maya untuk berangkat lebih awal"(Jawab Maya)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Keluarga Gledek • BTS & TXT
  • Mine (TAEKOOK) 🐯🐰
  • My Wife
  • BAD GIRL VS KETUA OSIS✓
  • Mistery Love
  • Baby L Lucian ✔
  • Nikah Muda

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines