Pembunuh

Pembunuh

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Mga Boto 6
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jan 11, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
"Katakan, apa motif sodari membunuh ayah kandung sodari ?" Tanya petugas kepolisian kepadaku dengan nada yang ditekan, membosankan. "sodari tidak mendengar ?" ulangnya dengan nada yang lebih tinggi. Aku menatapnya dengan perasaan muak, "itu takdir pak," gumanku seraya menundukan kepala. "sodari jangan main-main dengan hukum, jika sodari tidak mengatakan dengan benar sodari akan dikenakan hukuman berlapis. Cepat katakan !!!" jerit petugas kepolisian itu, matanya garang, seakan mau keluar, sedangkan kumisnya yang lebat menutupi sebagian bibir atasnya, membuatnya semakin buruk dimataku. "Ya, itu adalah cita-cita terbesar dalam hidup saya pak, apa tidak boleh jika saya mempunyai cita-cita yang seperti itu pak ?" ungkapku dengan nada yang sesantai mungkin, malas sekali meladeni bentakan-bentakan dari petugas introgasi itu, semuanya sangat memuakan. Sekilas kulihat ekspresi petugas itu, saat ini matanya sudah keluar kukira. Kemudia pukulan hebat mendarat di meja coklat nan reot itu, melampiaskan amarah yang tak mungkin dilakukan kepada seorang tersangka wanita sepertiku.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • New Possessive Family
  • RAVEN [ ✔ ]
  • Baby Lele (On Going)
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • The Chance
  • Full Of Scratches
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • KEENAN [END]

Aku adalah hasil dari masa lalu, buah dari cinta yang kandas, dan aku tercipta dari ketidakadilan dunia. Jeritan dan tangisan adalah perhiasan ku sehari hari yang menghiasi setiap langkah dan setiap hembusan nafas ku. Seolah aku juga adalah masa lalu yang harus di lupakan oleh mereka. Tangisan di tengah malam memecah kesunyian, luka yang tertutup kabut seolah utuh dari luar, Raga yang sempurna dengan jiwa yang sekarat. Gadis kecil tidak berdosa yang menanggung akibat keegoisan orang tua, Kehilangan cahaya hidup nya, berjalan tanpa arah tak tau tujuan tanpa penerangan. Tidak ada bimbingan atau petunjuk.dia sendirian, Mengendarai perahu kecil tanpa nahkoda, menyusuri lautan derita yang tiada akhir nya. Harapan demi harapan di langitkan namun hanya suara angin yang menjawab. Mampukah dia bertahan di ambang keterpurukan nya? Apakah alam akan menjawab semua harapan nya? "aku terlalu takut untuk mati tapi terlalu sakit untuk hidup. Seseorang tolong aku, berikan aku lampu untuk melihat masa depan,aku tak ingin hanyut mati dalam kegelapan" {DIRA} _________________________________________ ⚠️⚠️⚠️ cerita ini hanya ada di sini jika ada yang sama kemungkinan itu tiruan.ini bukan plagiat tapi murni hasil kerja otak dan kejadian-kejadian di kehidupan, Jika ada cerita ini di tempat lain mohon beri tau saya atau tolong laporkan segera terimakasih.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman