broken

broken

  • WpView
    Reads 698
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 27, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa lo sadar Run? lo udah ngebuat gue sayang sama lo! apa banget ya gue baper sama sahabat sendiri. Thanks Run karna lo udah buat gue sayang sama lo, lo yang selalu ada buat gue, lo yang lebih mentingin gue dari pada cewe lo sendiri padahalkan gue cuma sahabat lo." Kasya menyeka air matanya. Cio merasa hatinya ter iris ketika melihat sahabatnya yang sebenarnya ia cintai juga. "Maafin gue ca, maafin cewe gue juga." Cio mencoba mengambil tangan Kasya namun di tepis. "Cewe lo gasalah, yang salah gue. Goodbye Runa." Kasya meninggalkan Cio yang ingin menjelaskan sesuatu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines