ARA - Painting Five Seasons

ARA - Painting Five Seasons

  • WpView
    Reads 349
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2016
Cahaya senja masuk dalam sebuah ruangan yang pintunya dibiarkan terbuka. Aku memperhatikannya. Dia melukis didepan sebuah jendela. Kopernya terbuka. Didalamnya terdapat banyak buku dan sebuah lukisan. Aku melihat apa yang sedang dilukisnya. "Big Ben?" kataku. Dia mengangguk. "Ini adalah lukisan pertamaku disini" katanya. Aku terpana melihat lukisannya. Dia melukis dengan sekejap. Padahal aku meninggalkannya baru beberapa menit. Dia menunjuk keluar jendela. Aku mengikuti arah yang ditunjuknya. Benar juga, big ben terlihat sangat jelas dari sini. Ditambah lagi suasana senja yang sangat mendukung. Aku duduk dibelakang memperhatikannya melukis. Ara benar-benar sangat berbakat. Tak salah kakek mau menerimannya disini. Angin musim semi masuk kedalam ruangan melewati jendela yang terbuka tadi. Serasa mengantuk. Aku menguap beberapa kali. kemudian aku tertidur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Heart Boat
  • Rembulan Sendu
  • Nadi Akhir Luka
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • [END] Blind Rainbow
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Between us , I chose me
  • My Destiny

Terima kasih pada teman-teman yang sudah mau menyempatkan membaca karya novelku. Semoga senang dengan ceritanya. Ini karya pertamaku. Bagi saya membaca novel itu menyenangkan. Bisa melambungkan hayalan untuk melupakan penat sesaat. Saya dwi isa mengucapkan terima kasih banyak sama teman-teman semua. ~~~[[~~[[[[~~~~~~~~~ Ketika waktu tak lagi bisa menepi tapi hati ini berharap untuk menepi. Menepis semua yang terhampar dalam waktu yang tenggelam dalam air. Bagaikan ikan-ikan yang terlalu senang dengan kehidupannya. Tapi itu tidak berlaku dikehidupanku. Kehidupan yang gelap tanpa teman. Hanya kegelisahan dan kesepian yang mendera hati ini. Akankah ada tangan yang mampu mengangkatku dari dasar ini? Adakah malaikat yang menerbangkan aku keawan? Mampukah pangeran membangunkanku dari tidurku yang seakan-akan mati? Ataukah aku akan hilang bersama dalamnya jurang yang menelanku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines