We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARA - Painting Five Seasons

ARA - Painting Five Seasons

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Cahaya senja masuk dalam sebuah ruangan yang pintunya dibiarkan terbuka. Aku memperhatikannya. Dia melukis didepan sebuah jendela. Kopernya terbuka. Didalamnya terdapat banyak buku dan sebuah lukisan. Aku melihat apa yang sedang dilukisnya. "Big Ben?" kataku. Dia mengangguk. "Ini adalah lukisan pertamaku disini" katanya. Aku terpana melihat lukisannya. Dia melukis dengan sekejap. Padahal aku meninggalkannya baru beberapa menit. Dia menunjuk keluar jendela. Aku mengikuti arah yang ditunjuknya. Benar juga, big ben terlihat sangat jelas dari sini. Ditambah lagi suasana senja yang sangat mendukung. Aku duduk dibelakang memperhatikannya melukis. Ara benar-benar sangat berbakat. Tak salah kakek mau menerimannya disini. Angin musim semi masuk kedalam ruangan melewati jendela yang terbuka tadi. Serasa mengantuk. Aku menguap beberapa kali. kemudian aku tertidur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terima kasih Ravindra
  • Nadi Akhir Luka
  • Senja Yang Tak Kembali
  • [END] Blind Rainbow
  • My Heart Boat
  • Dejavu Luka [ Luka Yang Tak Mungkin Aku Ingat Kembali ]
  • POLARIS
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • My Destiny

"Wahai kamu, senang bertemu denganmu diwaktu itu, aku sangat bahagia karena bersamamu dan mengenalmu, pernah menjadi kekasihmu dan kisahmu adalah kesenangan yang tidak ada duanya, kamu cinta dan lukaku untuk pertama kali, tetapi mungkin aku juga menjadi luka untukmu, seberapa kali aku merasa sakit karenamu saat itu, cinta ini akan tetap abadi untukmu, terimakasih karena telah menjadi bagain dari kisah hidupku, i loved you, berbahagialah selalu" Bagiku kamu adalah kenangan yang tak bisa aku ulang kembali. -Anara Aeera Dewi- Terima kasih dan maaf karena aku adalah cinta dan luka pertama kamu -Pratama Yudha Ravindra- **Semua alur cerita ini dibuat karena atas dasar pengalamanku** **Mohon maaf jika ada kesamaan antar cerita,nama,tempat dan waktu semua terjadi karena ketidaksengajaan kami dalam membuat cerita ini, terimakasih 🙏**

More details
WpActionLinkContent Guidelines