Kala Cinta Harus Memilih

Kala Cinta Harus Memilih

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 23, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku dimana? Saat kubuka kedua mataku sejenak pikiran itu kembali datang menghampiriku. Kali ini ingatan tentang masa laluku mulai terlihat sejelas memandang surya. Astaga! Berapa lama aku tertidur? Pikirku dalam hati, mungkin aku sering terbangun dalam mimpiku sendiri. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seharusnya aku tidak terbaring di atas kasur ini kan? Aku meraba-raba permukaan kasur yang kasar dan agak basah karena terkena keringatku. Lalu kupaksakan tubuhku agar dapat duduk namun sepertinya tubuhku sulit untuk digerakkan. Berarti aku sebenarnya... Sakit? Permulaan dari semuanya adalah karena perasaanku padanya, coba saja aku tidak pernah menemuinya, pasti aku tidak akan sesakit ini. Juga karena aku tidak pernah menyadari akan datangnya kebahagiaan bila saat itu aku menuruti perkataan ibuku. Ia selalu peduli akan diriku, betapa bahagianya diriku saat tahu kalau sebenarnya ia sungguh menyayangiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • LELAH
  • DIA SUNSETKU
  • TOO MUCH (Tamat)
  • Our Tragedy
  • Me and My World

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines