The Twin's Jewelry

The Twin's Jewelry

  • WpView
    Reads 2,299
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 7, 2013
Intan dan Permata adalah saudara kembar yang sangat identik, sampai-sampai kedua orang tua dan orang di sekitarnya tidak bisa membedakannya, tapi hanya ada satu yang membedakan mereka berdua, yaitu sifat mereka yang bertolak belakang. Sampai suatu hari, Intan dan Permata bertukar posisi. Intan harus menjalani hidupnya sebagai Permata di sekolah pilihan Permata, dan sebaliknya juga Permata harus menjalani hidupnya sebagai Intan. Naas, itu yang dialami oleh Intan. Dia tidak pernah menyangka bahwa Permata akan memilih sekolah yang baginya seperti di neraka. bagaimana Intan menghadapi hidup? silahkan di baca cerita yang rada-rada gaje ini^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • MEMBUAT HAREM [ ON GOING ]
  • My crazy twins{END}
  • SIMETRI
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • ANTAGONIST GOT ME
  • KULMINASI
  • Complicated Love

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines