Juni

Juni

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 3, 2016
Menjalani hubungan berpacaran selama 2 tahun tidaklah mudah, sungguh. Banyak sekali halangan, rintangan, godaan...ah apalagi dia, banyak sekali yang menggodanya sampai aku pun bingung bagaimana bisa dia memilih aku daripada para fansnya itu. Dari awal aku tau, dia adalah orang yang baik kepada siapapun baik. Kecuali, memang orang lain yang mengusik dirinya, dia tidak tinggal diam dia akan mengeluarkan tanduknya, menyerangnya dengan ganas itulah dia. Ah out of topic, sorry... aku tau dia baik apalagi dari awal juga aku tau kalau dia memiliki banyak teman, yah teman perempuan misalnya. Toh awalnya aku tenang-tenang saja, namun entah mengapa akhir-akhir ini semuanya mengusikku, hatiku, pikiranku. Hingga titik akhirnya saat aku mengatakan semuanya. "aku rasa kita sampai sini aja, aku capek kayak gini terus Ga" pintaku padanya saat aku mengajaknya bertemu hari ini, membicarakan semuanya dengan baik-baik. "kalau itu mau kamu aku bisa apa Jun" aku bisa mendengar nada lirihnya disana. Oh Tuhan haruskah sesulit ini? Kami masih sama-sama saling mencintai, iya jujur saja aku amat sangat mencintainya ini juga pilihan yang sulit bagiku.
All Rights Reserved
#363
juni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • [END] Be My Boyfriend for One Month
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • No Longer Mate
  • BAKED HEART
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • ATHAYA
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines