Juni

Juni

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 3, 2016
Menjalani hubungan berpacaran selama 2 tahun tidaklah mudah, sungguh. Banyak sekali halangan, rintangan, godaan...ah apalagi dia, banyak sekali yang menggodanya sampai aku pun bingung bagaimana bisa dia memilih aku daripada para fansnya itu. Dari awal aku tau, dia adalah orang yang baik kepada siapapun baik. Kecuali, memang orang lain yang mengusik dirinya, dia tidak tinggal diam dia akan mengeluarkan tanduknya, menyerangnya dengan ganas itulah dia. Ah out of topic, sorry... aku tau dia baik apalagi dari awal juga aku tau kalau dia memiliki banyak teman, yah teman perempuan misalnya. Toh awalnya aku tenang-tenang saja, namun entah mengapa akhir-akhir ini semuanya mengusikku, hatiku, pikiranku. Hingga titik akhirnya saat aku mengatakan semuanya. "aku rasa kita sampai sini aja, aku capek kayak gini terus Ga" pintaku padanya saat aku mengajaknya bertemu hari ini, membicarakan semuanya dengan baik-baik. "kalau itu mau kamu aku bisa apa Jun" aku bisa mendengar nada lirihnya disana. Oh Tuhan haruskah sesulit ini? Kami masih sama-sama saling mencintai, iya jujur saja aku amat sangat mencintainya ini juga pilihan yang sulit bagiku.
All Rights Reserved
#345
juni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • No Longer Mate
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Everything Happens for a Reason
  • Sour Seventeen
  • ATHAYA
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • I Love You, But ... ✓
  • Yang Dicari

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines