We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cahaya untuk bintang

Cahaya untuk bintang

  • WpView
    Reads 464
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 6, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Shakila Aurora Putri, gadis remaja yang bertumbuh dewasa hidup dalam berbagai gelombang terjal yang harus ia hadapi. Tangis tetaplah tangis,tidak ada yang bisa menggantikan kesedihannya,hingga ia menemukan sebinar cahaya yang benderang, Bintang. Cahaya itu membawa dirinya menyusun satu per satu balok yang telah rapuh hingga membentuk sesuatu. Dan sesuatu itu bernama cinta. Shafril bintang putra, lelaki dingin itu memanggap bahwa "semua perjalanan hidup adalah sinema" dia selalu bersikap dingin kepada semua wanita,karna baginya wanita itu sama saja. Hingga dia menemukan cahaya jingga di pagi hari yang membuatnya sadar akan nama nya cinta. Entah apa alasannya karena perasaan bukanlah soal essay yang harus disertai alasan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Langit Yang Sama
  • Narasi patah hati
  • Diamku Mengikhlaskanmu (TERBIT)
  • DI HARI KELULUSAN
  • UNDER THE SAME BLUE
  • Luka Anak Pertama
  • AURORA [END]
  • "AURORA"
  • Siapa Arabell?   [Tahap Revisi]

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines