Story cover for SOUL'Math' by SLeony
SOUL'Math'
  • WpView
    LECTURES 157
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 4
  • WpView
    LECTURES 157
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 4
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 16, 2016
Matematika, sesuatu yang dibenci oleh kebanyakan orang bahkan mungkin hampir semua orang dibelahan bumi ini membenci matematika.
Rumus yang membentang panjang layaknya tembok China, angka yang tadinya menyenangkan namun menjadi sangat rumit bila digabung dengan huruf.

Begitu juga dengan Dara, gadis bernama lengkap Kiara Andara sangat tidak menyukai semua yang berhubungan dengan hitung menghitung rumit. 
Tapi sepertinya, akhir semester nanti dia akan sering bertemu dengan yang namanya matematika.

"Saya benci matematika, saya benci buku ini saya benci anda!" teriak Dara yang langsung keluar dari ruangan.

Yap, dia sangat membenci matematika dan juga pria itu.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter SOUL'Math' à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#101math
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Cheerful Girl [ENDING], écrit par RosyPutri4
53 chapitres Terminé
[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!
KIARILHAM【END】 , écrit par uqmanalofficial_
25 chapitres Terminé
Sudah terbit menjadi ebook, tersedia di Google Playstore/Playbook! Sebagian part di hapus demi kepentingan penerbit! ᴬʷᵃˡⁿʸᵃ ⁿᵍᵍᵃᵏ ᵐᵉⁿᵃʳⁱᵏ, ᵃʰ? ᴱʰ ᵏᵃᵗᵃ ˢⁱᵃᵖᵃ? ᴮᵉˡᵘᵐ ᵇᵃᶜᵃ ˢᵃᵐᵖᵃⁱ ᵇᵉᵇᵉʳᵃᵖᵃ ᵖᵃʳᵗ ⁿⁱ ᵒʳᵃⁿᵍ, ᵖᵃⁿᵗᵉˢᵃⁿ ᵃʲᵃ ⁿᵍᵍᵃᵏ ᵐᵉⁿᵃʳⁱᵏ. ᵂᵏʷᵏʷᵏ **** Hanya tentang anak remaja yang mempunyai masalah cinta di sekolah. Kiara yang harus ditakdirkan memiliki rasa suka dan cinta kepada cowok dingin, cuek, dan jahat kepada dirinya dulu. Namun, entah kenapa sikapnya yang dulu itu tak membuat Kiara membenci Ilham? Malahan ada benih-benih asmara yang mulai tumbuh diantara mereka berdua. "Setelah sekian lama gue menanti, akhirnya lo milik gue!" Kiara tersenyum gembira, berjingkrak-jingkrak senang di kamarnya. "Mulai hari ini dan seterusnya lo milik gue, Kiara!" hubungan mereka tidak lama pun kini harus berakhir karena kesalahpahaman yang fatal. Kiara berteriak ketika Ilham mendekatinya, setelah mengetahui sifat buruk dari cowok ini. Kiara enggan lagi untuk mendekati cowok br*ngsek yang ada disekitarnya. "Lo bohong!" "Enggak Kia, semua itu fitnah okay. Kamu jangan percaya sama perkataan orang lain yang buat kamu jadi kayak gini." "Ada buktinya ini kok." •• Beberapa hari kemudian, kecelakaan pun terjadi. Setelah pertengkaran dan semua masalah yang Ilham alami. Kini ia harus merelakan satu orang lagi di dunia ini setelah kehilangan Ibunya. "Ini salah gue, maaf!" Siapakah orang itu? **** PLAGIAT HARAP MENJAUH‼️ AWAS BAPER ‼️ MOHON UNTUK TIDAK DITIRU ADEGAN DI DALAM CERITA‼️ ©uqmanalofficial_
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Cheerful Girl [ENDING] cover
I Love Math and I Love You [END] cover
Karena Katrina cover
Cinta Sendirian cover
MALVIN (SUDAH TERBIT) cover
Different Taste (COMPLETED IN DREAME) cover
KIARILHAM【END】  cover
MY TEACHER IS MY HUSBAND ( COMPLETE ) cover
My Mathematics Man (Lengkap) cover

Cheerful Girl [ENDING]

53 chapitres Terminé

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!