SOUL'Math'

SOUL'Math'

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2018
Matematika, sesuatu yang dibenci oleh kebanyakan orang bahkan mungkin hampir semua orang dibelahan bumi ini membenci matematika. Rumus yang membentang panjang layaknya tembok China, angka yang tadinya menyenangkan namun menjadi sangat rumit bila digabung dengan huruf. Begitu juga dengan Dara, gadis bernama lengkap Kiara Andara sangat tidak menyukai semua yang berhubungan dengan hitung menghitung rumit. Tapi sepertinya, akhir semester nanti dia akan sering bertemu dengan yang namanya matematika. "Saya benci matematika, saya benci buku ini saya benci anda!" teriak Dara yang langsung keluar dari ruangan. Yap, dia sangat membenci matematika dan juga pria itu.
All Rights Reserved
#786
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karena Katrina
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • I'm Not Stupid
  • BAD THINGS (TOUCH LOVE)
  • REALIZE [END]
  • Cinta Sendirian
  • Logic & Heart
  • [1] Bad Girl Hates Color
  • My Mathematics Man (Lengkap)

Katrin sebel banget sama Pak Anjar, guru matematikanya yang doyan diskriminasi itu. Gara-gara nilai ujian matematikanya yang di bawah standar, dia harus berurusan dengan Garvin atas perintah bapak itu. Garvin itu memang luar biasa pintar. Segala rumus matematika sudah ia hapal di luar kepala. Pelajaran lain pun mampu ia kuasai dengan baik. Poin plusnya, dia punya tampang cakep yang bisa bikin cewek mana pun terpesona. Sayangnya, cowok itu kelewat serius! Menurut Katrin, diajarin matematika oleh Garvin itu udah kayak didikte oleh Hitler. Nyeremin! Image-nya sih cool, tapi sekali ngomong, langsung bikin Katrin pengin lempar kursi saking emosinya. Dan yang bikin Katrin rasanya mau terjun bebas, cowok itu meremehkan hobi menggambarnya. Katanya, Katrin nggak mungkin jadi orang sukses hanya dengan modal nyoret kanvas di Ipad kesayangannya doang. Katrin sebel, jengkel, dongkol, dan sebangsanya. Tapi yang bisa dia lakukan hanyalah mengelus dada sabar. Mendebat cowok itu sama saja berusaha berbicara menggunakan bahasa Alien karena hanya bikin bingung, pusing dan sia-sia. Katrin berharap penderitaannya di kelas matematikanya segera berakhir. Ya kali dia bisa tahan berurusan lebih lama lagi dengan makhluk bermuka datar itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines