Larissa [6/6]

Larissa [6/6]

  • WpView
    Reads 2,573
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 7, 2016
-dipersembahkan untuk readers writers club- Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya, perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah. (Arus Balik, h. 669) Pramoedya Ananta Toer. Copyright ⓒ February 2016 by nahdya ns. 080216
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antagonis
  • I'm In Love With A Gangster-2
  • Penyair Dan Si Penyayat Hati
  • Perihal Waktu
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Antara Cinta, Waktu, dan Takdir
  • ARIEANNA
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Bukan Kita D.A.N
Antagonis

Pertengkaran hebat antara hati dan logika tidaklah mudah, memunculkan egois yang terus bergerak meronta dalam diri. Melangkah dengan kaki penuh luka di atas jalan berduri, memeluk kepastian dengan kesakitan yang terdalam. Menarik raga yang hanya bisa diraih, hati yang kosong pergi menjauh dan tidak peduli. Tersakiti, bukan hanya mereka saja. Hati terus merasakan sakit tanpa henti. Menuliskan takdir yang begitu lucu pada kisahnya. Termenung, menyadari jika semuanya salah. Tetapi tidak ingin mengakhiri. Hanya ada kata maaf dan terima kasih yang terucap. Maaf karena memaksakan hati dan terima kasih sudah mau menerimanya dengan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines