Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir

  • WpView
    Reads 748
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 19, 2016
Sekali lagi tuhan memberikanku hidup untuk hari ini. Namun kali ini semuanya menjadi gelap, hanya suara pintu yang terbuka, orang berjalan dan berbincang yang aku dengar. Yah, tuhan mengambil penglihatanku dengan balasan kebahagian orang yang aku cinta. Inilah kisah cinta yang tulus dari seorang pria untuk cinta pertama dan terakhirnya. "Cinta adalah kekuatan terbesar yang ada di dunia, bagaimana seseorang akan mulai berpikir, bekerja keras untuk membahagiakan seseorang. Jika orang itu tidak mau bekerja keras dan menyakiti anda, sudah jelas kata itu bukan cinta."
All Rights Reserved
#54
terpopuler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Commissar, I Love You ✔
  • Utuh tapi Runtuh
  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • Girlsfriend's best Friend
  • ARIANA
  • TAK BERSAMBUT
  • Sekali Lagi (End)
  • Jasmine Blooms Between Us

"Aku nggak mau susui bayiku, aku takut dia ketagihan dengan asiku, dan aku mau... mama dan papa mengaku kalau bayi itu adalah anak mama dan papa, anak kandung mama dan papa, dan bayi itu adalah adikku! Bukan anakku!"ucapnya amat tegas, mau tak mau, rela tak rela dan semua ini terjadi karena seorang pria bernama Bian yang sudah menyakitinya sebegitu dalamnya, memanfaatkannya, menipunya dan terakhir... pria itu mengkhianantinya, menduakannya dengan cara menikah lagi.... Jadi, wajar aja kan, Nina yang baru berumur 19 tahun, tak mau repot dan malu, mengaku kalau bayi merah yang baru dia lahirkan adalah anaknya! Tapi, bayi itu adalah adiknya! *** "memang apa yang kamu harapkan,? di cintai, di sukai olehku secara murni? sadar diri, Nina. Kamu hanya gadis kampung yang beruntung dinikahi pria kaya kota sepertiku! Berterimakasihlah pada tubuhmu, berkat dia aku sudi melirik denganmu." Nina hanya diam, tak membalas ucapan Bian, pikirnya tidak usah mengotori mulut untuk membalas ucapan jahat pria itu. Cukup menjauh, menghilang, agar tak melihat pria bajingan itu lagi, itu yang harus dia lakukan. sesegera mungkin!

More details
WpActionLinkContent Guidelines