We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Broken Angel

Broken Angel

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 17, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Broken Angel.. sebuah kisah yang menceritakan 2 orang gadis dari keluarga yang sangat kaya, hari-hari mereka selalu di penuhi kebahagiaan. Ryuu, sang kakak, berfikir bahwa kebahagiaan itu akan selalu ada bersama mereka berdua. Tapi ternyata TIDAK!! Ren sang adik mati di depan mata Ryuu sendiri, Ren mati karena di bunuh oleh manusia-manusia yang tidak mempunyai hati!! Ryuu pun ingin membalas dendam kepada manusia yang membunuh adiknya, tidak hanya 3 orang itu saja yang akan di bunuh Ryuu, tapi semua manusia menjadi targetnya!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Hey, Lisa ✔ [TERBIT]
  • Home ✔
  • AKU BUKAN ANGEL
  • Cho Twins
  • 2Ins
  • Bitter Echoes_Perjalanan Melalui Dendam dan Kehampaan
  • J AND THE SUNSET
  • The Quiet Orchestra

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines