We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Revenge

The Revenge

  • WpView
    Reads 246
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Wanna play with me? Then, Let's play! .... "Elo?" Ucapnya terkejut ketika gue memasuki ruangan. "Yeah, kenapa?" Tanya gue dingin. "Lepasin gue!!" Umpatnya berusaha melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangannya. "Iya gue bakal lepasin lo tapi entar. Kalo permainan ini udah selesai." "Dasar iblis!!! Jahannam itu tempat yang pantes buat lo!!" Umpatnya. "Hahaahaha.. Lo yang udah ngubah gue jadi iblis bego! Jadi jahannam itu tempat yang pantes buat kita berdua. Hahahaha..." Tawa gue memecah seisi ruangan. .... Copyright©2016 Nanda Arnesa
All Rights Reserved
#79
pshycopath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • Wakusei No Akumu
  • CRAZY GIRLS: CROSSOVER YANDERE HAREM
  • REVENGE - The End Of Relationship (Revisi)
  • I Am Psychopath [Complete]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • LITTLE GIRL
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines